KONTAN.CO.ID - SEMARANG. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah pada 3–7 Maret 2026.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo mengatakan, peningkatan potensi hujan lebat hingga angin kencang dipicu oleh sejumlah faktor dinamika atmosfer yang saat ini sedang berkembang.
“BMKG mengidentifikasi adanya perkembangan signifikan dalam dinamika atmosfer yang berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan dan angin kencang di sebagian besar wilayah Jawa Tengah dalam periode 3–7 Maret 2026,” kata Yoga, Kamis (5/3/2026).
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026, Polda Jabar Terapkan Contra Flow dan One Way di Tol Trans Jawa
Menurut dia, salah satu faktor utama adalah menguatnya monsun Asia yang memicu pertumbuhan awan konvektif secara lebih cepat dan intens.
Selain itu, BMKG juga memantau keberadaan bibit siklon tropis 90S di Samudra Hindia bagian selatan Banten–Jawa Barat yang turut memengaruhi kondisi cuaca di wilayah Jawa.
“Di wilayah Jawa Tengah juga terdapat belokan dan pertemuan angin yang dapat meningkatkan pembentukan awan konvektif,” ujarnya.
Faktor lain yang turut berperan adalah gelombang ekuatorial Kelvin yang diprediksi melintasi wilayah Jawa dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi ini diperkuat dengan kelembapan udara yang tinggi di berbagai lapisan atmosfer serta labilitas lokal yang kuat.
Kombinasi faktor tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai angin kencang.
Daerah Berpotensi Cuaca Ekstrem
BMKG mencatat potensi cuaca ekstrem dapat terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, antara lain Brebes, Tegal, Pemalang, Kabupaten dan Kota Pekalongan, Batang, Kendal, Kabupaten dan Kota Semarang, Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen, Purworejo, Kabupaten dan Kota Magelang, Salatiga, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Sukoharjo, Surakarta, Grobogan, Demak, Kudus, Pati, serta Jepara.
Yoga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
“Masyarakat diimbau tetap waspada namun tidak panik, serta menghindari aktivitas di daerah rawan seperti bantaran sungai maupun lereng yang berpotensi longsor,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan yang disertai kilat atau petir serta angin kencang.
“Termasuk menghindari tempat terbuka, pohon besar, baliho, maupun tiang listrik yang berpotensi roboh saat cuaca ekstrem,” kata Yoga.
Baca Juga: Banjir Lahar Merapi Tewaskan 3 Orang, BPBD Magelang Tetapkan Status Tanggap Darurat
Sumber: https://regional.kompas.com/read/2026/03/05/120953378/bmkg-ingatkan-potensi-hujan-lebat-da
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News