KONTAN.CO.ID - MAGELANG. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menetapkan status tanggap darurat bencana setelah banjir lahar hujan menerjang aliran Sungai Senowo yang berhulu di Gunung Merapi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang M Mansyur Wachdani mengatakan status tanggap darurat ditetapkan sejak 3 Maret hingga 9 Maret 2026.
“Penetapan itu karena kriterianya masuk semua. Ada korban jiwa, sarana dan prasarana terkena (dampak banjir lahar hujan),” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (5/3/2026).
Korban tewas dan dua orang masih hilang Wachdani menjelaskan, peningkatan status dari siaga menjadi tanggap darurat dilakukan karena adanya korban meninggal dunia serta luasnya wilayah terdampak banjir lahar hujan.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Kota Samarinda Hari Ini Kamis (5/3), Batalkan Segera Puasa Anda
Hingga kini tercatat tiga pekerja tambang bahan galian C meninggal dunia setelah terseret arus banjir pada Selasa (3/3/2026).
Ketiga korban yakni Imam Setiawan asal Kota Semarang, Arif Fuad Hasan dari Kecamatan Srumbung, dan Heru Setiawan dari Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.
Sementara itu, dua orang lainnya bernama Maryuni dan Hasyim yang dilaporkan hilang masih dalam proses pencarian oleh tim penyelamat.
Longsor rusak jalan penghubung desa
Selain banjir lahar, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Magelang juga memicu terjadinya tanah longsor.
Berdasarkan data BPBD, longsor terjadi di Dusun Bandung, Desa Paten, Kecamatan Dukun.
Peristiwa itu menyebabkan sebagian jalan penghubung Desa Paten dan Desa Sewukan runtuh.
Wachdani mengatakan penetapan status tanggap darurat juga membuka akses penggunaan bantuan untuk penanganan bencana. “Kami melihat kemampuan dari BTT [belanja tidak terduga],” kata dia.
BPBD saat ini masih melakukan penanganan berupa pembersihan lingkungan terdampak, distribusi bantuan logistik, serta penghitungan kerugian material akibat banjir lahar hujan. Wachdani belum menyebutkan secara rinci nilai kerugian yang ditimbulkan.
“Karena semua belum terekap, tapi nilainya banyak. Miliaran,” ujarnya.
Kerugian tersebut dihitung dari kerusakan berbagai sarana dan prasarana, termasuk jalan penghubung Desa Paten–Desa Sewukan serta sejumlah jembatan.
Warga diminta waspada saat hujan deras
Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Bambang Hermanto mengatakan banjir lahar hujan terjadi pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB setelah hujan lebat mengguyur puncak Gunung Merapi.
“Sungai Senowo bergabung dengan aliran sungai-sungai yang lain,” kata Bambang, Rabu (4/3/2026).
a mengingatkan masyarakat yang tinggal di kawasan hulu Merapi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Warga juga diminta memperhatikan alarm early warning system (EWS) dan segera menjauh dari bantaran sungai saat hujan deras.
“Kami sudah jauh-jauh hari meminta untuk hati-hati dan waspada, apalagi untuk daerah yang berhulu di Merapi agar selalu memperhatikan EWS,” katanya.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Banjarmasin Hari Ini (5/3), Jangan Tunda Batalkan Puasa
Sumber: https://regional.kompas.com/read/2026/03/05/141121778/banjir-lahar-merapi-tewaskan-3-orang-bpbd-magelang-tetapkan-tanggap-darurat?page=2.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News