Bolehkah Ampas Tahu Jadi Pakan Ternak? Kenali Manfaat dan Risikonya

Jumat, 09 Oktober 2026 | 08:56 WIB
Bolehkah Ampas Tahu Jadi Pakan Ternak? Kenali Manfaat dan Risikonya

ILUSTRASI. Peternakan kambing (KONTAN/Riska Rahman)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo  | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Pemanfaatan ampas tahu sebagai pakan cukup umum dilakukan karena bahan ini masih mengandung sejumlah nutrisi yang dibutuhkan ternak.

Selain itu, ampas tahu relatif mudah ditemukan, terutama di daerah yang memiliki banyak usaha produksi tahu.

Sebenarnya, apakah ampas tahu boleh diberikan kepada ternak? 

Ada manfaat yang bisa diperoleh ternak, tetapi pemberian ampas tahu secara tidak tepat juga dapat menimbulkan masalah.

Baca Juga: Siapa Saja Penerima BSU Rp900.000 dari Pemerintah? Cek di Sini!

Ampas Tahu Bisa Jadi Pakan Ternak

Kementerian Pertanian RI memasukkan ampas tahu sebagai salah satu bahan pakan yang dapat dimanfaatkan untuk ternak. 

Dalam petunjuk teknis manajemen pemeliharaan domba, ampas tahu termasuk contoh pakan penguat yang dapat diberikan bersama hijauan.

Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur mencatat penggunaannya sebagai bahan penyusun ransum untuk ternak ruminansia seperti sapi, kambing, dan domba. Bahan ini juga telah dimanfaatkan dalam ransum sejumlah jenis unggas.

Setiap jenis ternak memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda sehingga ampas tahu perlu menjadi bagian dari ransum yang disusun sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Pemilik KTP Jakarta Bisa Nikmati 8 Layanan Gratis, Kesehatan-Transportasi-Bibit

Manfaat Ampas Tahu sebagai Pakan

Salah satu alasan ampas tahu dimanfaatkan sebagai bahan pakan adalah kandungan proteinnya.

Karena itu, ampas tahu dapat menjadi salah satu sumber protein dalam ransum, terutama ketika dikombinasikan dengan bahan pakan lainnya.

Kementerian Pertanian juga mendorong pemanfaatan bahan pakan lokal dan hasil samping agroindustri sebagai bagian dari upaya menyediakan sumber pakan alternatif bagi peternak.

Dari sisi usaha, penggunaan bahan pakan alternatif juga berpotensi membantu menekan biaya pakan. 

Namun, besarnya penghematan tentu bergantung pada harga bahan pakan dan komposisi ransum yang digunakan masing-masing peternak.

Baca Juga: Link Unduh Kalender Masehi 2027 Termasuk Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama

Risiko Memberikan Ampas Tahu kepada Ternak

Salah satu yang utama adalah kadar air yang tinggi pada ampas tahu segar. Kondisi tersebut membuat bahan lebih mudah mengalami kerusakan jika disimpan terlalu lama.

Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menjelaskan bahwa ampas tahu basah memiliki daya simpan yang relatif pendek.

Jika dibiarkan, bahan tersebut dapat mengalami perubahan dan menjadi asam atau membusuk.

Karena itu, peternak perlu memastikan ampas tahu yang diberikan masih dalam kondisi baik. Bahan yang sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan sebaiknya tidak diberikan kepada ternak.

Risiko lainnya adalah penggunaan yang tidak seimbang. Ampas tahu tidak dapat menggantikan seluruh kebutuhan nutrisi ternak. 

Jika diberikan tanpa memperhatikan komposisi ransum, kebutuhan nutrisi lain bisa saja tidak terpenuhi.

Baca Juga: Cek 49 Susunan Menteri Kabinet Merah Putih Pasca Reshuffle 1 Oktober 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru