Cegah penyebaran virus corona, Jawa Barat awasi 1.412 warga, 10 rumah sakit disiapkan

Jumat, 20 Maret 2020 | 15:43 WIB   Reporter: Syamsul Ashar
Cegah penyebaran virus corona, Jawa Barat awasi 1.412 warga, 10 rumah sakit disiapkan

ILUSTRASI. Tenaga medis melakukan Simulasi Kesiapsiagaan Penanganan Virus Corona (Covid-19), di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA), Jalan KH Wahid Hasyim (Kopo), Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/3/2020). Simulasi tersebut sebagai langkah kesiapsiagaan Kota B

KONTAN.CO.ID - Pemerntah Provinsi Jawa Barat (Jabar) saat ini melakukan pemantauan terhadap sebanyak 1412 orang dalam pemantauan (ODP) di wilayahnya, dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus corona Covid-19.

Dari 1.412 orang itu, sebanyak 818 atau 62,88% diantaranya masih dalam Proses Pemantauan. Sementara sebanyak 594 orang atau (37.12%) Selesai Pemantauan.

Baca Juga: Perlukah Lockdown?

Dari sebanyak 1412 orang ODP tersebut sebanyak 132 orang dalam kelompok Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Dari jumlah kelompok PDP ini sebanyak 83 pasien atau 63% masuk kategori proses pengawasan. Sedangkan 49 pasien  atau 37.12% masuk dalam kategori selesai pengawasan.

Berdasarkan data resmi yang dirilis pemerintah Provinsi Jawa Barat di laman https://pikobar.jabarprov.go.id/, sebanyak 26 orang warga Jabar positif terinfeksi virus Corona Covid-19. Dari jumlah itu, sebanyak tiga orang dinyatakan sembuh, dan tiga orang lainya meninggal dunia.

Baca Juga: Tiga walikota di Jawa Barat ini wajib jalani tes virus corona Covid-19 hari ini

Guna mengantisipasi penanganan pasien corona Covid-19 Menteri Kesehatan Terawan Agus Putanto telah menunjuk rumah sakit yang akan bertugas melayani pasien yang diduga terjangkit virus corona di Indonesia.

Saat ini ada delapan rumah sakit pemerintah yang menjadi rujukan untuk penanganan virus corona Covid-19 di Jawa Barat. Selain itu ada dua rumah sakit swasa yang menurut Juru Bicara Pemrintah untuk penganganan kasus virus corona Covid-19 Ahmad Yurianto berlokasi di Jawa Barat.

Editor: Syamsul Azhar
Terbaru