Jabodetabek

Makin Jadi Andalan Warga! MRT Jakarta Catat 4,1 Juta Pelanggan pada Januari 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 11:13 WIB
Makin Jadi Andalan Warga! MRT Jakarta Catat 4,1 Juta Pelanggan pada Januari 2026

ILUSTRASI. Angka keterangkutan MRT Jakarta pada Januari 2026 capai 4,19 juta pelanggan. Cari tahu stasiun terfavorit dan relasi paling sibuk yang jadi pemicu lonjakan ini. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Chelsea Anastasia  | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MRT Jakarta (Perseroda) atau MRT Jakarta mencatat total angka keterangkutan (ridership) mencapai 4.195.303 pelanggan pada Januari 2026.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo mengatakan, pada Januari 2026, sebanyak 135.332 pelanggan setiap hari menggunakan layanan MRT Jakarta.

Pada hari kerja Senin—Jumat (weekdays), angka keterangkutan telah mencapai 159.492 pelanggan per hari, sedangkan pada Sabtu—Minggu (weekend) mencapai 91.406 pelanggan per hari.

Rendy memaparkan, stasiun dengan jumlah pelanggan tertinggi adalah Stasiun Dukuh Atas BNI dengan 753.380 pelanggan, diikuti oleh Stasiun Blok M BCA dengan 514.064 pelanggan.

Sementara itu, Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta dengan 435.810 pelanggan di urutan ketiga, Stasiun Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia dengan 433.516 pelanggan di urutan keempat, dan Stasiun Bendungan Hilir dengan 308.421 pelanggan di urutan kelima.

Baca Juga: Pramono: Stasiun Harmoni MRT Akan Jadi TOD Paling Ramai di Pusat Jakarta

Lebih lanjut, MRT Jakarta juga mencatatkan relasi Stasiun Dukuh Atas BNI ke Stasiun Blok M BCA sebagai perjalanan favorit pelanggan di level 4,43%.

Rendy mengungkap, selain integrasi, tingginya penggunaan stasiun tersebut juga dipengaruhi oleh transit mitra feeder, serta program gaya hidup dan event.

"Relasi favorit tersebut menunjukkan bahwa Dukuh Atas yang telah tumbuh sebagai kawasan transit integrasi antarmoda dari luar Jakarta menuju kawasan Blok M yang tumbuh sebagai pusat kegiatan masyarakat perkotaan," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (13/2/2026).

Konsistensi angka keterangkutan saat hari kerja di atas 150—160 ribu pelanggan per hari, kata Rendy, menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat menggunakan transportasi publik saat weekdays.

Rendy menambahkan, untuk menaikkan angka keterangkutan, MRT Jakarta bekerja sama dengan berbagai pihak, terutama dari industri wisata seperti sektor kuliner, aktivitas, pusat perbelanjaan, kesehatan, pendidikan, hingga promo tiket di sejumlah tempat wisata.

Baca Juga: MRT Jakarta Mulai Bangun Pintu Masuk Stasiun Harmoni Fase 2A

Kolaborasi dengan sejumlah operator transportasi publik feeder juga disebut mendorong peningkatan angka keterangkutan. Lebih lanjut, moda feeder ini juga mengangkut penumpang dari kawasan hunian langsung menuju stasiun terdekat.

"Kehadiran angkutan feeder ini akan berdampak tidak saja terhadap kenaikan angka keterangkutan, namun juga mendorong budaya menggunakan platform berbagi kendaraan (ride sharing)," kata Rendy.

Ia mengungkapkan, operator feeder ini menyumbang sekitar 22—23% angka keterangkutan dari total ridership MRT Jakarta.

Selanjutnya: Jangan Ketinggalan! Promo CFC Grab Dine Out Serba Rp 15 Ribu Hanya sampai 26 Februari

Menarik Dibaca: Jangan Ketinggalan! Promo CFC Grab Dine Out Serba Rp 15 Ribu Hanya sampai 26 Februari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru