kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS930.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Corona merebak, Gubernur Jatim: Karaoke dan diskotik tutup sementara


Kamis, 19 Maret 2020 / 11:48 WIB
Corona merebak, Gubernur Jatim: Karaoke dan diskotik tutup sementara
ILUSTRASI. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri)

Reporter: Barly Haliem | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam rangka memberikan ketenangan dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya terkait wabah virus Corona (Covid-19), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melakukan sejumlah langkah strategis di lingkungan Jawa Timur.

Yang pertama, wanita yang juga mantan Menteri Sosial ini membuat kebijakan agar kepala daerah dan pelaku dunia usaha hiburan di Jatim mulai membatasi jam operasional hingga menutup tempat hiburan malam di Jawa Timur.

“Jadi, pemkab dan pemkot diharapkan segera melakukan pembatasan sampai dengan menutup operasional bidang usaha pariwisata, khususnya adalah usaha hiburan malam. Alasannya adalah tempat hiburan malam banyak dihadiri oleh banyak masyarakat, sedangkan jenisnya banyak seperti klub malam, diskotik dan tempat karaoke,” ujar Khofifah dalam penjelasan tertulisnya, Rabu (18/3).

Baca Juga: Jokowi minta tes cepat virus corona dilakukan dalam skala besar

Koordinasi antara Pemprov Jatim dengan Pemkab dan Pemkot diharapkan mulai nanti malam, sudah bisa menyesuaikan. Yaitu mulai menutup hiburan malam.

“Tujuannya agar memperkecil peluang tersebarnya covid-19," ujarnya.

Rencana, penutupan hiburan malam, tidak serta merta dilakukan sepihak, tapi sudah melalui koordinasi dengan para pelaku usaha pariwisata seperti GIPI, ASITA, HPI, PHRI, HIPERHU, PUTRI, BPPD, dan Kadin.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menjelaskan, perkembangan jumlah kasus covid-19 sangat dinamis.

Sampai dengan Rabu (18/3), siang terdapat 29 orang dalam pemantauan (ODP) dirawat. Kemudian jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 11 orang.

Baca Juga: Jokowi minta sektor kesehatan yang tangani virus corona diberi insentif




TERBARU
Terpopuler

[X]
×