KONTAN.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau 2026 di Indonesia bakal berlangsung lebih panjang. Hal ini diungkap oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani.
“Durasi musim kemarau di 57,2 persen wilayah Indonesia diprediksi lebih panjang dari normalnya,” kata dia, dilansir dari laman resmi BMKG.
Kondisi ini terjadi karena musim kemarau di Indonesia diperikrakan maju, atau terjadi lebih cepat dari biasanya.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan merinci,awal kemarau di 325 ZOM (46,5 persen) bakal terjadi lebih cepat dari biasanya.
Sementara itu, 173 ZOM (24,7 persen) mengalami musim kemarau dengan durasi sama seperti tahun sebelumnya.
Dan hanya 72 ZOM (10,3 persen) di Indonesia yang mengalami musim kemarau mundur.
“Wilayah yang diprediksi mengalami awal kemarau lebih maju meliputi sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua,” ujarnya.
Lantas, benarkah musim kemarau 2026 di Indonesia mulai terjadi pada April 2026?
Baca Juga: Sumatera Hari Ini (29 Maret 2026): Cek Cuaca 4 Provinsi, Hindari Terjebak Hujan!
Musim kemarau 2026 di Indonesia
BMKG memprediksi bahwa musim kemarau 2026 di Indonesia terjadi lebih cepat, yakni mulai April 2026.
Data menunjukkan, sebanyak 114 Zona Musim (ZOM) atau 16,3 persen wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.
Wilayah yang dimaksud meliputi pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, NTB, NTT, serta sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi.
Faisal mengatakan, kondisi ini terjadi karena dipicu oleh berakhirnya fenomena La Nina Lemah pada Februari 2026 yang bergeser ke fase Netral dan berpotensi menuju El Nino pada pertengahan tahun.
Dia menjelaskan, berdasarkan pemantauan anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan nilai indeks ENSO saat ini berada pada angka -0,28 (Netral) dan diprediksi bertahan hingga Juni 2026.
Kendati demikian, mulai pertengahan tahun peluang munculnya El Niño kategori Lemah-Moderat sebesar 50-60 persen mulai semester kedua tahun ini perlu menjadi perhatian.
“Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil pada fase Netral sepanjang tahun,” kata Faisal.
Selanjutnya, sekitar 184 ZOM (26,3 persen) menyusul memasuki musim kemarau pada Mei 2026, dan 63 ZOM (23,3 persen) pada Juni 2026.
Baca Juga: Info Cuaca Maluku 29 Maret: Ambon dan Maluku Tengah Diguyur Hujan
Sebaran wilayah yang merasakan musim kemarau 2026 lebih dulu
Merujuk data perkiraan BMKG, berikut ini wilayah di Indonesia yang mengalami musim kemarau 2026 lebih awal:
April 2026
- Pesisir utara Jawa Barat
- Jawa bagian barat
- Sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur
- Sebagian kecil Bali
- Sebagian besar Nusa Tenggara Barat
- Sebagian besar Nusa Tenggara Timur
- Sebagian kecil Kalimantan Selatan
- Sebagian kecil Sulawesi Selatan.
Mei 2026
- Sebagian Sumatera
- Jawa bagian barat
- Sebagian kecil Jawa Tengah hingga Jawa Timur
- Bali
- Sebagian kecil Nusa Tenggara Barat
- Kalimantan bagian selatan
- Sebagian kecil Sulawesi
- Sebagian kecil Maluku
- Sebagian Pulau Papua.
April 2026
- Sebagian besar Sumatera
- Sebagian kecil Jawa
- Sebagian besar Kalimantan
- Sebagian Sulawesi
- Sebagian Maluku
- Sebagian kecil Pulau Papua.
Berdasarkan data di atas, sebanyak 46,5 persen dari keseluruhan zona musim atau 325 zona musim mengalami musim kemarau yang datangnya lebih maju dari biasanya.