Demi Presidensi G20, Hutama Karya Kebut Pembangunan Pelabuhan Sanur

Selasa, 23 Agustus 2022 | 19:43 WIB   Reporter: Dimas Andi
Demi Presidensi G20, Hutama Karya Kebut Pembangunan Pelabuhan Sanur

ILUSTRASI. Demi Presidensi G20, Hutama Karya Kebut Pembangunan Pelabuhan Sanur


KONTAN.CO.ID - BALI. PT Hutama Karya (Persero) selaku kontraktor dengan porsi mayoritas pada proyek pembangunan Pelabuhan Sanur menargetkan untuk mempercepat penyelesaian konstruksi proyek yang mulai digarap sejak akhir tahun 2020 lalu.

Adapun paket pekerjaan yang digarap oleh Hutama Karya mencakup desain dan build struktur pelindung pantai dengan jenis Rubble Mound Breakwater, pekerjaan pengerukan lapisan tanah di sekitar pantai, pembangunan dermaga apung atau ponton, penguatan dinding pantai eksisting, serta pembangunan fasilitas darat pelabuhan yakni terminal dan pos jaga.

Melalui Joint Operation (JO) dengan PT Sumber Bangun Sentosa serta PT Virama Karya (Persero), proyek ini ditargetkan dapat rampung lebih cepat 6 bulan yakni pada September 2022 dari target semula Februari 2023.

Baca Juga: Hutama Karya Raih Pendapatan Rp 8,13 Triliun di Semester I 2022

Hal ini menyusul kunjungan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi pada saat melakukan peninjauan langsung ke lapangan guna untuk berkoordinasi dengan dalam rangka percepatan pembangunan Pelabuhan Sanur pada 27 Juli 2022 lalu.

“Kedatangan saya ke Pelabuhan Sanur ini guna memastikan bahwa pengerjaan proyek ini selesai di bulan September 2022, salah satunya untuk mendukung Presidensi G20,” ujar Budi Karya kala itu yang tertera dalam siaran pers di situs Hutama Karya, Senin (22/8).

Sementara itu, Direktur Operasi I Hutama Karya Gunadi juga menyatakan bahwa perusahaan telah menyiapkan sejumlah strategi di lapangan untuk dapat mempercepat proses konstruksi dengan tepat biaya dan tepat mutu. Ia menyebut, hingga saat ini progres pembangunan Pelabuhan Sanur telah mencapai lebih dari 80%.

"Sejumlah strategi percepatan yang kami lakukan di antaranya pekerjaan DED dikerjakan simultan dengan pekerjaan konstruksi, selektif dalam pemilihan vendor yang berkualitas, dan penambahan sumber daya manusia sesuai kebutuhan,” kata dia.

Baca Juga: Hutama Karya akan Garap Proyek Turyapada Tower yang Jadi Ikon Wisata di Bali

Lebih lanjut, meski dihadapkan dengan sejumlah tantangan dalam proses pengerjaannya, Hutama Karya telah mengantisipasi salah satunya lewat penerapan teknologi khusus dalam proyek ini. Teknologi yang digunakan yaitu BPPT Lock 1,3 ton dan 3,6 ton sebagai Armor utama pengganti Tetrapod dalam struktur Breakwater.

"Kami berharap proyek ini rampung sesuai waktunya dengan tetap mengedepankan kualitas hasil dan mutu sehingga dapat digunakan saat perhelatan G20 nanti,” imbuh Gunadi.

Kehadiran Pelabuhan Sanur ini akan menjadi destinasi baru bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Pulau Dewata. Tak hanya itu, pelabuhan ini akan digunakan peserta G20 pada bulan November nanti untuk menyebrang ke Nusa Penida serta sebagai simbol kemajuan infrastruktur publik khususnya di Pulau Bali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru