Jabodetabek

DKI Jakarta dapat utang Rp 12,5 triliun mau dipakai apa saja? Berikut perinciannya

Senin, 27 Juli 2020 | 22:50 WIB   Reporter: Syamsul Ashar
DKI Jakarta dapat utang Rp 12,5 triliun mau dipakai apa saja? Berikut perinciannya

ILUSTRASI. Dirut PT SMI Edwin Syahruzad (kiri) bersama dengan Menteri Keuangan Sri Muluyani Indrawati (kedua dari kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua dari kanan) an Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kanan) di sela acara penadatanganan perjanjian ker

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mendapatkan utang dari Pemerintah Pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan nilai total Rp 12,5 triliun. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mempergunakan dana utang dari pusat ini akan untuk berbagai kegiatan pada tahun ini dan tahun depan.

Pada tahun ini rencananya Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan akan mempergunakan dana sebesar Rp 4,5 triliun, sedangkan tahun depan sebesar Rp 8 triliun.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan menandatangani perjanjian kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) tentang pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PEN) di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Senin (27/7). 

Adapun utang dari pemerintah pusat ini akan di bayar paling lama selama 10 tahun.

"Saya ingin sampaikan terima kasih kepada Ibu Menteri, kemudian juga seluruh jajaran Kementerian Keuangan dan PT SMI, karena ini pertama kalinya kami mendapatkan pinjaman lewat PT SMI ini. Jadi ada beberapa sektor yang nanti akan dibantu," kata Gubernur Anies Baswedan. 

Adapaun mengenai penggunaan dana ini Gubernur Anies menjelaskan, pertama untuk pendanaan: pengendalian banjir. Kedua untuk peningkatan pelayanan air minum. Ketiga, pengelolaan sampah. Keempat, peningkatan infrastruktur transportasi di Jakarta. 

"Kelima, peningkatan infrastruktur pariwisata dan kebudayaan, dan juga sarana olahraga," ungkap Gubernur Anies Baswedan.

Menurut Gubernur Anies Baswedan Pemprov DKI Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional akan menggunakan sumber pembiayaan dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN) ini sebagai stimulus untuk menggerakkan perekonomian. 

Melalui perjanjian kerja sama ini, Pemprov DKI Jakarta diharapkan dapat melanjutkan pembangunan daerah yang sebelumnya tertunda akibat kontraksi ekonomi akibat pandemi virus corona Covid-19.

"Jadi Jakarta memiliki porsi yang cukup besar dalam perekonomian Indonesia. Karena itu bila kita bisa mempercepat pemulihan di Jakarta akan berdampak nasional,” ujar Gubernur Anies Baswedan.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta mengalami penurunan hingga Rp 31,13 triliun tahun ni sebagai dampak pandemi virus corona Covid-19. 

Beberapa sektor perekonomian yang terdampak dengan pertumbuhan negatif antara lain sektor jasa, konstruksi, pengadaan air, perdagangan, pendidikan, energi (listrik dan gas), dan industri pengolahan.

Pada kesempatan yang sama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan beberapa hal....

SELANJUTNYA>>>

Editor: Syamsul Azhar


Terbaru