CLOSE [X]

Dukung Pertumbuhan Ekonomi UMKM di Banyuwangi

Jumat, 18 Maret 2022 | 19:47 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Dukung Pertumbuhan Ekonomi UMKM di Banyuwangi

ILUSTRASI. Pelaku Usaha UMKM


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Tahun 2022 menjadi tahun yang penuh optimisme dalam mengembalikan perekonomian daerah. Walaupun varian omicron sempat menjadi ancaman, namun gencaran vaksin booster yang dilakukan pemerintah cukup efektif menekan jumlah kasus dan meningkatkan kesembuhan penderita covid-19 di berbagai daerah. 

Banyuwangi yang merupakan salah satu destinasi tujuan wisata di ujung timur jawa pun terkena dampak positif, yakni adanya peningkatan jumlah pengunjung wisatawan. 

Lonjakan jumlah kunjungan wisatawan tersebut otomatis berdampak positif terhadap tingkat okupansi hotel (tingkat keterisian hotel), penggunaan jasa travel, hiburan, kuliner dan suvenir serta penjualan produk UMKM di Banyuwangi. 

Beberapa produk UMKM Banyuwangi yang ikut pulih dan mengalami peningkatan permintaan seperti anyaman bambu dan kopi banyuwangi.

Baca Juga: Pentingnya Sinergi Perbankan, E-Commerce dan UMKM untuk Pemulihan Ekonomi

Salah satunya Sukron Makmur, Ketua Pengrajin Anyaman Bambu Desa Gintangan, Banyuwangi ini mulai merasakan dampak positif dari perlahan pulihnya ekonomi Banyuwangi. 

Permintaan suvenir anyaman berbahan dasar bambu seperti Lampu gantung, topi, Kopiah, Caping dan sendal yang tadinya sempat anjlok hingga 70% saat pandemi, saat ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kebanyakan permintaan suvenir ini berasal wilayah Jawa dan Bali. 

Walaupun sempat mengalami penurunan omset selama 2 tahun terakhir sampai 70%, Sukron mengatakan Desa Gintangan saat ini sudah perlahan dikunjungi wisatawan sehingga sedikit banyak kami dapat pemasukan dari sana. Selain itu pihaknya juga mengekspor bambu (bahan baku) ke Maldives hingga 15.000 lonjor bambu. 

"Tidak hanya Sumber Daya Alam bambu saja, namun Sumber Daya Manusia (SDM) pengrajin bambunya juga mengerjakan di Maldives, itu semua karena kualitas SDA dan SDM dari Desa Gintangan, Banyuwangi itu sendiri,” ujar Sukron seperti dikutip dari siaran pers Askrindo, Jumat (18/3).

Sejalan dengan Sukron, Ahmad Sapowy, supplier kopi khas Banyuwangi ini juga kecipratan berkah dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi pandemi yang terus terkontrol membuat Kedai Kopinya di Dusun Pesucen, Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi terus dikunjungi banyak wisatawan lokal. 

Baca Juga: BUMN Askrindo Buka Lowongan Kerja 2022, Fresh Graduate Bisa Daftar

Kopi Banyuwangi yang terkenal dengan Arabica dan Luwak nya ini memang sangat disukai oleh para pelancong baik domestik dan mancanegara.

Editor: Noverius Laoli

Terbaru