Nusantara

Pelabuhan Gilimanuk Padat Merayap, Menhub Tambah Armada Jadi 35 Kapal

Senin, 16 Maret 2026 | 18:17 WIB
Diperbarui Senin, 16 Maret 2026 | 18:18 WIB
Pelabuhan Gilimanuk Padat Merayap, Menhub Tambah Armada Jadi 35 Kapal

ILUSTRASI. Kemenhub Siapkan Masjid untuk Titik Istirahat Saat Mudik Lebaran (KONTAN/Chelsea Anastasia)


Reporter: Arif Ferdianto  | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mengerahkan berbagai langkah strategis guna mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi di jalur menuju Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Bali. Hingga hari ini, antrean kendaraan roda dua dan roda empat yang hendak menyeberang menuju Pulau Jawa terpantau masih sangat padat.

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa telah memerintahkan jajaran eselon I untuk memantau langsung kondisi di lapangan. 

“Kementerian Perhubungan terus berupaya memastikan seluruh layanan transportasi dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali. Untuk meningkatkan efektifitas koordinasi saya telah memerintahkan Wakil Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Darat turun langsung ke Gilimanuk,” ujarnya di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026, Jalur Lembah Anai Sumbar Bakal Dibuka 24 Jam

Guna mempercepat pergerakan, Kemenhub memutuskan untuk menambah operasional armada menjadi 35 unit kapal, dari semula 28 unit yang sudah ada. Penambahan 7 kapal ini dijalankan dengan pola pelayanan 8 trip. 

Secara rinci, terdapat 19 kapal di dermaga moveable bridge (MB), 11 kapal di dermaga landing craft machine (LCM), serta empat kapal tambahan guna mendongkrak kapasitas angkut.

Selain menambah kapal, Kemenhub juga menerapkan sejumlah langkah operasional darurat. Salah satunya adalah penerapan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB).

Skema ini bertujuan untuk mempercepat rotasi kapal serta memperlancar proses bongkar muat guna kanalisasi kendaraan kecil agar tidak menumpuk terlalu lama di area pelabuhan.

Pemerintah juga memperkuat pengaturan lalu lintas melalui pengoperasian area penyangga (buffer zone) di terminal kargo Pelabuhan Gilimanuk. 

“Pengaturan lalu lintas kendaraan juga diperkuat melalui pengoperasian buffer zone di terminal kargo Pelabuhan Gilimanuk serta optimalisasi fungsi UPPKB Cekik sebagai titik pengendalian kendaraan sebelum memasuki kawasan Pelabuhan,” tambah Dudy.

Dari sisi faktor alam, BMKG melaporkan kondisi cuaca di Selat Bali per pukul 11.55 WITA terpantau kondusif untuk pelayaran. Cuaca dilaporkan berawan dengan tinggi gelombang rendah sekitar 1 meter dan jarak pandang mencapai 10 kilometer. Kondisi arus air yang mengarah ke utara dengan kecepatan 2,5 knot dinilai masih aman bagi operasional kapal-kapal penyeberangan.

Kemenhub menegaskan akan terus melakukan pemantauan intensif dan berkoordinasi dengan kepolisian, operator kapal, serta pemerintah daerah setempat. Upaya percepatan ini diharapkan dapat menjaga mobilitas masyarakat di lintas Ketapang–Gilimanuk tetap terlayani dengan baik di tengah lonjakan volume kendaraan mudik Lebaran 2026.

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Makassar Hari Ini 16 Maret 2026, Cek Waktu Adzan Maghrib

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru