Forwatan gandeng tiga asosiasi sawit salurkan bantuan ke 4 yayasan

Senin, 10 Mei 2021 | 17:55 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Forwatan gandeng tiga asosiasi sawit salurkan bantuan ke 4 yayasan

ILUSTRASI. Forwatan gandeng tiga asosiasi sawit salurkan bantuan ke 4 yayasan

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA, Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) bersama tiga asosiasi hilir kelapa sawit yaitu Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI), Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) dan Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN) memberikan bantuan kepada anak yatim piatu, lansia, dan penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian di tengah pandemi dan menjelang hari raya Idul Fitri.  

Bantuan diberikan kepada 4 yayasan diantaranya Wisma Tuna Ganda (Pekayon), Yayasan Cahaya Hati Gemilang (Meruyung, Depok), Yayasan Amal Fisabilillah (Pondok Ranggon), Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 (Cipayung). Bantuan yang diberikan berupa 250 paket sembako dalam bentuk uang tunai kepada yayasan tersebut. 

Pemberian bantuan ini secara simbolis dilakukan di Wisma Tuna Ganda, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Minggu (9 Mei 2021). Sebagai informasi, Wisma Tuna Ganda merawat 29 penyandang disabilitas. Sebagian besar mereka berasal dari keluarga kurang mampu dan adapula limpahan dinas sosial. 

Penyerahan bantuan ini dihadiri perwakilan asosiasi antara lain Paulus Tjakrawan (Ketua Harian APROBI), Irma Rachmania (Ketua Bidang Pemasaran dan Promosi Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia), Rahayu Dwi Mampuni (Sekretariat APROBI), dan Dinna (Sekretariat APOLIN). Hadir pula pengurus dan  anggota Forum Wartawan Pertanian.

Baca Juga: Kinerja Saraswati Anugerah (SAMF) apik, pendapatan melonjak 14% di kuartal I-2021

Irma Rachmania Ketua Bidang Pemasaran dan Promosi Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) menjelaskan bahwa kegiatan sosial ini perlu dijalankan setiap tahun karena memberikan dampak positif kepada masyarakat. Bantuan ini menunjukkan kontribusi industri sawit di sektor hilir kepada masyarakat. Seperti diketahui, industri sawit seperti biodiesel punya peranan penting bagi negara dari aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. 

”Saya rasa kegiatan ini perlu dilakukan tiap tahun, karena selama dua tahun ini rutin dijalankan. Tadi saya juga dengar cerita Ibu Kristanti (red-Kepala Wisma Tuna Ganda) bahwa  banyak anak-anak ini perlu bantuan dan yayasan ini sifatnya mandiri. Tahun depan kita akan list kembali sejumlah  panti asuhan untuk mendapatkan bantuan dan kalau bisa cakupannya diperluas lagi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kristanti, Kepala Wisma Tuna Ganda Palsigunung, menjelaskan bahwa terdapat 29 anak rawat di Wisma Tuna Ganda yang menyandang disabilitas lebih dari satu.

Penyandang disabilitas yang dirawat adapula yang telah berusia dewasa namun tetap memiliki mental seperti anak-anak. Sebagian besar mereka yang dirawat sudah tidak memiliki keluarga. Kendati demikian,  pihak Wisma Tuna Ganda Palsigunung tetap merawat mereka sejak kecil sampai nanti tutup usia. 

“Kami terus berkomitmen untuk mendampingi mereka. Di sini, ada 53 tenaga rawat yang akan mendampingi anak-anak selama satu hari penuh. Mereka bekerja terbagi dalam tiga shift yaitu pagi, siang, dan malam,” jelas Kristanti yang sudah 27 tahun menjadi pengelola panti.

Bernard Riedo Ketua Umum GIMNI, dalam kesempatan terpisah,  menjelaskan dalam rangka bulan suci Ramadhan kiranya penyaluran bantuan ini  dapat senantiasa membantu satu sama lain. Kegiatan  ini rutin dijalankan setiap tahun.

”Harapan kami, kerjasama yang berjalan baik ini antara GIMNI, APROBI, dan APOLIN bersama Forum Wartawan Pertanian dapat terus ditingkatkan ke depannya,” harap Bernard. 

Baca Juga: Sederet makanan dan minuman yang bisa merusak kesehatan jantung

Editor: Noverius Laoli
Terbaru