kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45688,11   9,81   1.45%
  • EMAS918.000 0,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Fraksi PDI-P DPRD DKI: Anies tiba-tiba terbitkan IMB pulau reklamasi, ada apa?


Jumat, 14 Juni 2019 / 15:13 WIB
Fraksi PDI-P DPRD DKI: Anies tiba-tiba terbitkan IMB pulau reklamasi, ada apa?

Sumber: Kompas.com | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Fraksi PDI-P DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mempertanyakan alasan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan izin mendirikan bangunan (IMB) di pulau reklamasi. Menurut dia, langkah itu bertolak belakang dengan janji kampanye Anies. 

"Kalau sekarang Pak Anies tiba-tiba menerbitkan IMB di atas lahan reklamasi itu, kan, tentunya jadi tanda tanya, ada apa di balik itu," ujar Gembong ketika dihubungi, Jumat (14/6). 


Gembong mengingatkan ketika kampanye dulu, Anies menolak reklamasi. Ia juga mengingatkan Anies menentang HGB atas pulau C, D, dan G ketika diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada 2018. Belum lagi ketika Anies menyegel bangunan di Pulau D yang disebut tak berizin. 

Jawaban Anies atas penerbitan IMB, kata Gembong, hanya pembenaran bagi pendukungnya. "Ya itu, kan, hanya alat pembenarnya Pak Anies saja. Itu hanya alat pembenar untuk memberikan penjelasan kepada konstituennya Pak Anies terkait dengan sikapnya Pak Anies," katanya.  

Gembong meyakini, penerbitan IMB pulau reklamasi menyalahi aturan. Sebab, belum ada Peraturan Daerah (Perda) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) yang menjadi dasar hukumnya. 

"Tata ruang kita belum direvisi, Pak Anies sudah menerbitkan IMB. Ini kan jelas menyalahi aturan yang ada. Prosedur hukumnya tidak dilalui dengan baik oleh Pak Anies. Artinya alas hukumnya Pak Anies menerbitkan IMB itu tidak ada," ujar Gembong. 

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerbitkan IMB untuk 932 gedung yang telah didirikan di Pulau D hasil reklamasi di pesisir utara Jakarta. Di Pulau D, terdapat 932 bangunan yang terdiri dari 409 rumah tinggal dan 212 rumah kantor (rukan). Ada pula 311 rukan dan rumah tinggal yang belum selesai dibangun. 

Anies mengatakan penerbitan IMB berbeda dengan pembatalan reklamasi yang dijanjikannya. "IMB ini bukan soal reklamasi jalan atau berhenti, tetapi IMB adalah soal izin pemanfaatan lahan hasil reklamasi dengan cara mendirikan bangunan. Dikeluarkan atau tidak IMB, kegiatan reklamasi telah dihentikan. Jadi, IMB dan reklamasi adalah dua hal yang berbeda," kata Anies, Kamis malam. (Nibras Nada Nailufar)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fraksi PDI-P: Anies Tiba-tiba Terbitkan IMB Pulau Reklamasi, Ada Apa?"


Tag


TERBARU

Close [X]
×