KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PLN berhasil merampungkan penambahan kapasitas dan energize (pemberian tegangan perdana) Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Wotu sebesar 250 Mega Volt Ampere (MVA) di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, GITET Wotu Extension (Ext) 275/150kV memiliki kapasitas IBT sebesar 90 MVA. Penambahan ini membuat GITET Wotu menjadi GITET terbesar di Indonesia Bagian Timur.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi, Defiar Anis menuturkan, peningkatan kapasitas IBT pada GITET Woku diharapkan dapat meningkatkan pasokan daya listrik di Sulawesi Tenggara. "Dengan energize-nya GITET Wotu ini akan membuat pasokan listrik semakin andal. Ini akan membuka peluang lebih besar untuk pertumbuhan investasi dan ekonomi," kata Anis dalam keterangan tertulis.
Baca Juga: Investasi kelistrikan PLN dalam 10 tahun ke depan diprediksi mencapai Rp 700 triliun
Lebih lanjut Anis menjelaskan, PLN juga mengedepankan penggunaan komponen dalam negeri dalam pembangunan GITET. Menurut catatan PLN, GITET Wotu memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai sebesar 44%. Angka tersebut lebih besar dari persentase yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 54 Tahun 2021.
"Kami senantiasa meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri dalam setiap kegiatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan PLN. Penggunaan TKDN di berbagai proyek kelistrikan, terutama dalam masa pandemi Covid-19, diharapkan dapat memacu perekonomian nasional,” sambung Anis.
PLN memperkirakan, kebutuhan listrik di Sulawesi bakal terus meningkat seiring pertumbuhan industri di wilayah tersebut, khususnya untuk industri smelter. Dalam proyeksi PLN, kebutuhan listrik untuk fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral atau smelter di Sulawesi bisa mencapai lebih dari 6.000 MVA.
Selanjutnya: Butuh investasi Rp 72,4 triliun per tahun, PLN diharapkan tak tambah utang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News