kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45689,38   17,24   2.56%
  • EMAS917.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Gunung Ciremai kembali terbakar


Senin, 05 Oktober 2015 / 14:50 WIB
Gunung Ciremai kembali terbakar

Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KUNINGAN. Gunung Ciremai di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kembali terbakar luas, Senin (5/10/2015).

Areal dan isi hutan yang mengering, dan mudah terbakar, membuat api dengan cepat merembet ke titik lain, dan diduga hingga memasuki Perbatasan Kabupaten Majalengka.

Kondisi itu terlihat dari Kepulan asap yang cukup besar di sekitar Desa Singkup, dan Desa Pesawahan, Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Kuningan.

Kepulan asap berasal dari areal hutan dan perkebunan, Gunung Ciremai yang dilahap si jago merah.

Kebakaran yang melanda gunung tertinggi di wilayah Provinsi Jawa Barat ini, terjadi sejak Sabtu (3/10/2015).

Dari bukit yang juga bekas terbakar Sabtu lalu, kepulan asap membentang panjang dengan lebih dari tiga titik.

Nur Hasan, warga setempat mengungkapkan, kebakaran terjadi sejak dua hari lalu.

Angin kencang membuat kobaran api mudah merambat ke sejumlah areal hutan. Namun ia juga tidak mengetahui penyebab terjadinya kebakaran.

“Ya luas pisan (sekali-red) ini mah. Kalau di desa ini sudah dua hari lalu. Nah kalau yang di sana gak tau sejak kapan. Masih jauh ke sana juga,” katanya saat ditemui di lokasi lahan yang bekas terbakar.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Resor Pesawahan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Taryana, mengungkapkan, sudah terjun bersama sejumlah petugas untuk melakukan pemadaman, dan sekat agar tidak merembet ke areal lain.

“Sudah dua hari mas, sempat padam, tapi tiba-tiba, kembali terbakar, dan semakin meluas,” kata dia singkat.

Taryana memastikan, akan berusaha maksimal untuk segera dapat memadamkan api, sehingga tidak meluas kebanyak tempat.

“Kalau berapa luas, kami juga belum dapat memastikan. Hingga saat ini, kami masih mencari tahu penyebab kebakaran,” kata dia. (Muhamad Syahri Romdhon)



TERBARU

[X]
×