KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Masyarakat di dua desa Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kini bisa menikmati listrik bersih berkat hibah dua pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan battery energy storage system (BESS) dari Yayasan Torang IWIP Berbakti di bawah payung Tsingshan Group.
Kedua PLTS itu berkapasitas masing-masing 1 megawatt peak (MWp), yang dilengkapi dengan BESS masing-masing berkapasitas 4 megawatt hour (MWh).
Hibah yang juga diinisiasi oleh Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia tersebut, harapannya, bisa memperluas akses listrik yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat serta mendukung visi Pemerintah Indonesia menuju swasembada energi.
Inisiatif ini terwujud melalui kerjasama antara Yayasan Torang IWIP Berbakti, Pemerintah Kabupaten Sumenep, dan PT PLN lewat penandatanganan kesepakatan pada 13 Maret 2026 di Wisma Danantara, Jakarta.
Ketua Umum Yayasan Torang IWIP Berbakti Wahyu Budhi Santoso menyatakan, hibah ini merupakan Langkah Tsingshan Group dan Yayasan Torang IWIP Berbakti dalam mendukung visi Pemerintah Indonesia untuk memenuhi dan meratakan akses energi bagi masyarakat.
Baca Juga: Pramono Usulkan Tiga PLTS di Jakarta untuk Mengolah 7.000 Ton Sampah per Hari
"Kami berharap, hibah dua PLTS yang dilengkapi dengan BESS dapat menghadirkan pasokan listrik yang stabil bagi masyarakat, di dua desa di Kabupaten Sumenep, Madura. Upaya ini juga didukung melalui kerjasama dengan PT PLN," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3).
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara sektor industri, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan serta swasembada energi di Indonesia.
“Terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada Yayasan Torang IWIP Berbakti, Pemerintah Kabupaten Sumenep, serta PT PLN atas kolaborasi dalam mewujudkan proyek percontohan ini. Inisiatif ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat akselerasi transisi energi nasional,” kata Rosan.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, percepatan akses listrik di wilayah Sumenep memang sangat dibutuhkan.
"Hibah ini sangat berarti karena dapat mendorong elektrifikasi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.
Proyek PLTS ini akan berjalan di Pulau Gili Labak dan Pulau Pagerungan Kecil, dan akan menyediakan listrik bagi sekitar 2.000 kepala keluarga.
Baca Juga: Bus Listrik Made in Indonesia Siap Tantang Tesla di Jalan Ibu Kota
Sebelumnya, warga Dusun Gili Labak, Desa Kombang, Kecamatan Talango, menggunakan genset pribadi untuk menyalakan lampu dan elektronik di rumah mereka.
Sementara bagi warga Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, PLTS hibah ini akan menambah suplai listrik yang saat ini ditopang oleh PLTS PLN berkapasitas 50 kilowatt peak (kWp).
Sebelum ada PLTS, warga Pagerungan Kecil mendapat aliran listrik dari 2 pembangkit listrik tenaga diesel milik badan usaha milik Desa (BUMDes) dengan total kapasitas 600 kilovolt ampere (kVA) yang sekarang sudah tidak beroperasi.
PLTS hibah dari Yayasan Torang IWIP Berbakti akan menyuplai listrik warga selama 24 jam penuh dan berpotensi menghemat penggunaan bahan bakar minyak sebesar 1,1 juta liter per tahun.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyebutkan, langkah ini menjadi momentum penting yang menandai kolaborasi lintas sektor dalam mendorong program dedieselisasi melalui pemanfaatan PLTS secara massif.
"Dalam menjalankan agenda transisi energi dan pemerataan listrik, PLN tidak bisa berjalan sendiri," tegasnya dalam keterangan tertulis terpisah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News