kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45775,30   4,34   0.56%
  • EMAS931.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Gunung Merapi meletus, hujan abu mencapai radius 20 kilometer


Jumat, 27 Maret 2020 / 16:34 WIB
Gunung Merapi meletus, hujan abu mencapai radius 20 kilometer
ILUSTRASI. Gunung Merapi meletus, hujan abu mencapai radius 20 Kilometer. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww.

Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gunung Merapi di Jawa Tengah kembali meletus dengan tinggi kolom 5 kilometer dari puncak gunung, Jumat (27/3). Hujan abu dilaporkan mencapai jarak 15 hingga 20 kilometer dari puncak Merapi. 

Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani mengatakan bahwa letusan merapi ini terekam di seismograf dengan amplitudo 75 milimeter dan durasi 7 menit. Awan panas diperkirakan terjadi sejauh 2 kilometer di sektor Selatan - Tenggara. 

Baca Juga: Gunung Merapi erupsi selama tujuh menit

Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) diterbitkan dengan kode warna merah. "Angin saat kejadian letusan mengarah ke Barat Daya. Hujan abu dilaporkan terjadi dalam radius 20 kilometer dari puncak, terutama pada sektor Barat menjangkau wilayah Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang," kata Kasbani melalui keterangan tertulis, Jumat. 

Menurut Kasbani, hujan abu bercampur pasir halus dilaporkan terjadi di wilayah Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang yang berjarak sekitar 15 kilometer dari puncak Gunung Merapi. 
Menurut Kasbani, letusan itu tidak didahului prekursor yang jelas. Seismisitas (aktivitas seismik) pada 26 Maret 2020 terdiri dari gempa MP 2 kali dan RF 1 kali. "Demikian juga deformasi tidak menunjukkan perubahan yang signifikan," kata Kasbani. 

Letusan masih terus berlangsung 

Kasbani mengatakan, data observasi ini menunjukkan bahwa menjelang letusan tidak terbentuk tekanan yang cukup kuat, karena material letusan didominasi oleh gas vulkanik. Menurut dia, kejadian letusan semacam ini masih dapat terus terjadi sebagai indikasi bahwa suplai magma dari dapur magma masih berlangsung.  

Baca Juga: Cegah penyebaran corona di daerah, Ketua MPR minta Jakarta berlakukan lockdown

"Ancaman bahaya letusan ini berupa awan panas dan lontaran material vulkanik dengan jangkauan kurang dari 3 kilometer berdasarkan volume kubah yang sebesar 291.000 meter kubik berdasarkan data drone 19 Februari 2020," kata dia. 

Meski begitu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Namun, warga tetap berada di luar radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gunung Merapi Meletus, Hujan Abu Radius 15 hingga 20 Kilometer"




TERBARU
Terpopuler

[X]
×