kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS930.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Gunung Semeru erupsi, jalur pendakian masih ditutup


Rabu, 04 Maret 2020 / 14:18 WIB
Gunung Semeru erupsi, jalur pendakian masih ditutup
ILUSTRASI. Gunung Semeru mengeluarkan awan panas, Senin (3/3/2020). 

Sumber: Kompas.com | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gunung Semeru mengalami erupsi dan menyemburkan awan panas sejauh 750 meter dari kawah utama, pada Selasa (3/3) pukul 17.33 WIB. Sementara itu, jalur pendakian Gunung Semeru masih ditutup.

"Pendakian Gunung Semeru masih ditutup sejak September 2019 pasca-kebakaran hutan," kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas pada Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Sarif Hidayat ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (4/3).

Berdasarkan Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru sejak semalam, telah terjadi 23 kali letusan dengan amplitudo 11-25 mm dengan durasi 55-200 detik. Selain itu, awan panas guguran juga terjadi sebanyak satu kali dengan amplitudo 23 mm dan durasi 540 detik.

Baca Juga: Selain Gunung Prau, pendakian Gunung Gede Pangrango juga ditutup hingga Maret 2020

Adapun jumlah guguran sebanyak lima kali dan amplitudo 2-7 mm, berdurasi 45-130 detik. Sementara itu jumlah hembusan terjadi sebanyak 11 kali, amplitudo 3-9 mm, dan durasi 35-120 detik. Untuk aktivitas kegempaan seperti tremor harmonik dikabarkan terjadi sebanyak 10 kali, amplitudo 3-11 mm, dan durasi 75-2.700 detik.

Selain itu, getaran banjir atau lahar hujan tercatat PGA Semeru terjadi satu kali dengan amplitudo 15 mm, dan durasi 4560 detik. Hingga kini, status Gunung Semeru masih dalam tahap level II atau Waspada.

PGA juga merekomendasikan dua hal yang perlu diperhatikan masyarakat sekitar Gunung Semeru:

1. Masyarakat tidak melakukan aktivitas di dalam radius satu kilometer dan wilayah sejauh empat kilometer di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru atau biasa disebut Jongring Seloko. Jongring Seloko ini sebagai alur luncuran awan panas.

2. Mewaspadai gugurnya kubah lava di Kawah Jongring Seloko

Baca Juga: Pasca erupsi Gunung Merapi, bandara Adi Soemarmo Solo kembali dibuka

Sebelumnya, Gunung Semeru sempat erupsi kecil pada 17 Januari 2020. Kejadian erupsi Gunung Semeru tersebut juga tersebar di media sosial. Erupsi terpantau pada pagi hari pukul 05.53 dengan kepulan abu yang terlihat keluar dari kawah di puncak Gunung Semeru.

Dilaporkan dalam erupsi tersebut kepulan abu membumbung hingga 400 meter. Selain Gunung Semeru, Gunung Merapi di Jawa Tengah dan DIY juga mengalami erupsi pada Selasa (3/3) pukul 05.22 WIB.

Berdasarkan laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta, letusan terjadi selama 450 detik. Akibat letusan, muncul kolom abu setinggi 6.000 meter dari kawah gunung.

Baca Juga: Merapi erupsi, Semeru muntahkan awan panas sejauh 3 kilometer

Muncul pula awan panas ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak maksimal 2 kilometer. Adapun aktivitas pendakian Gunung Merapi juga masih ditutup sejak Mei 2018. Penutupan tersebut masih berlangsung karena hingga kini Gunung Merapi berstatus waspada. (Nicholas Ryan Aditya)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Gunung Semeru Erupsi, Jalur Pendakian Masih Ditutup.




TERBARU
Terpopuler

[X]
×