HOME

Hore, jumlah pasien sembuh di Jatim kembali bertambah 555 orang

Minggu, 19 Juli 2020 | 05:00 WIB   Reporter: Barly Haliem
Hore, jumlah pasien sembuh di Jatim kembali bertambah 555 orang

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau kesiapan Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, Surabaya, Jatim. Angka kesembuhan pasien corona di Jatim kini yang tertinggi secara nasional.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Angka Kesembuhan Jawa Timur kembali meraih catatan tertinggi. Pada hari Sabtu (18/7) tercatat 555 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Capaian ini juga menambah daftar kesembuhan Jatim yang terus naik dalam waktu sepuluh hari berturut-turut.

“Alhamdulillah dalam waktu sepuluh hari berturut-turut, Provinsi Jatim memberikan kontribusi terbesar pada kesembuhan Covid-19 secara nasional,” ungkap Gubernur Khofifah seusai menggelar Rapat Percepatan Penanganan Covid - 19 Malang Raya di Kantor Bakorwil Malang dalam keterangan tertulis  yang diterima Kontan.co.id, Sabtu malam (18/7).

Turut hadir dalam rapat tersebut Kapolda Jatim M. Fadil, Pangdam V Brawijaya Widodo, Bupati Malang Sanusi, Walikota Malang Sutiaji dan Walikota Batu Dewanti Rumpoko.

Baca Juga: Khofifah: Lawan corona harus berbasis ilmu pengetahuan dan melibatkan pakar

Angka tersebut merupakan yang tertinggi yang pernah dicatatkan Jatim sejak awal pandemic Covid-19 pada Maret lalu. Gubernur Khofifah menyebut jika sejak kemarin angka kesembuhan di Jatim sudah melebihi dari angka yang terkonfirmasi positif Covid-19  yang dirawat yaitu 7,816 orang atau setara 43,34%. Total 8.868 orang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 atau setara dengan 49,17%.

Baca Juga: Sudah tidak ada lagi istilah ODP, PDP, OTG di Pemprov Jatim

Dirinya kembali menambahkan fakta bahwa angka kesembuhan di 18 Kabupaten dan Kota Jatim tercatat di atas 50%. Bahkan untuk Kabupaten Tulungagung angka kesembuhannya tercatat sebesar 97,9%.

Baca Juga: Tambahan tempat tidur jadi kunci jumlah pasien sembuh di Jatim lewati yang dirawat

Dalam kunjungannya kali ini, Gubernur perempuan pertama Jatim ini ingin meninjau langsung kondisi masyarakat pasca masa transisi yang dilakukan di Malang Raya. Oleh sebab itu, dirinya berpesan kepada ketiga kepala daerah untuk bisa menyeimbangkan ‘gas dan rem’ sesuai dengan kebutuhan daerahnya masing-masing. Hal ini harus terus berjalan sebagai ikhtiar ekonomi yang harus memperhatikan perlindungan kesehatan   di setiap daerah.

“Mudah-mudahan, bersama-sama, kita bisa meningkatkan angka kesembuhan, dan kita bisa mengendalikan konfirmasi positif, bahkan menurunkan angka kematian,” pesannya.

Selain meninjau kondisi update penanganan Covid-19 di Malang Raya, Gubernur Khofifah juga membawa misi sosialisasi KMK No. 413 th 2020. KMK yang baru saja diterbitkan pada 13 Juli lalu itu memuat beberapa update terkait penanganan Covid-19.

Gubernur Khofifah meminta langsung tim gugus tugas penangan Covid-19 provinsi, dalam hal ini dr. Joni Wahyuadi, untuk memberi pengarahan kepada tiga daerah terkait update penyebutan istilah baru hingga proses klaim BPJS Kesehatan. Sosialisasi ini menjadi penting untuk bisa mengkonfirmasi tiap daerah utamanya menyerasikan sistem pelaporan antara Bupati dan Walikota ke pemerintah pusat.

 “Oleh karena itu koordinasi ini sekaligus akan menyerasikan sistem pelaporan diantara Bupati dan Walikota,” tutur orang nomor satu Jatim ini.

Penyerasian ini disebut Gubernur Khofifah bertujuan supaya sistem informasi yang ada di daerah tetap di dalam pemahaman dan perspektif yang sama, terkait bagiamana pengendalian penyebaran Covid-19.

Sementara itu, per Sabtu (18/7), tercatat 204 orang dinyatakan positif Covid-19. Sedangkan kasus meninggal bertambah 11 orang. Sehingga total 1.349 orang telah meninggal akibat Covid-19 atau setara dengan 7,48%.

 

 

Editor: Markus Sumartomjon


Terbaru