Jadi tersangka KPK, Rano segera ganti Dirut PT BGD

Kamis, 03 Desember 2015 | 14:53 WIB

Sumber: Antara  | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Gubernur Banten Rano Karno menyatakan segera mengganti Direktur Utama Perusahaan Daerah PT Banten Global Development (BGD) untuk menggantikan Ricky Tampinongkol yang kini menjadi tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan suap.

"Segera diganti. Itu nanti tugas dari Komisaris," kata Rano Karno di Serang, Rabu, usai menghadiri Peringatan Hari Kesetiakawanan Nasional dan Hari Disabilitas Internasional.

Ia mengatakan, untuk mencari pengganti pimpinan di Perusahaan Darah Banten tersebut, ia akan segera berkordinasi dengan Komisaris PT BGD dan selanjutnya komisaris yang akan melakukan langkah berikutnya untuk pergantian Dirut PT BGD tersebut.

Menurutnya, PT BGD sudah sejak 2002 dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Banten, dan jika ada desakan sebagian masyarakat yang minta dibubarkan maka itu dikembalikan kepada DPRD karena BGD merupakan perusahaan daerah.

"BGD bukan perusahaan Rano Karno, BGD sudah ada sejak 2002, jadi sekali lagi BGD adalah perusahaan daerah. Kalau memang mau dibubarkan itu adalah hak," ucap Rano Karno, menegaskan.

Ia juga mengatakan, terkait pembentukan Bank Banten tetap akan dilanjutkan karena sebelumnya sudah melalui mekanisme dan prosedur yang sudah ditempuh sesuai ketentuan. Pembentukan Bank Banten juga merupakan perintah dan amanat Perda yang harus dijalankan oleh gubernur.

"Bank Banten bukan punya Rano Karno. Rano Karno hanya menjalankan, selama perintah itu belum dicabut berarti harus tetap dijalankan," tukasnya.

Sementara terkait penyertaan modal daerah ke PT BGD, kata Rano, itu merupakan keputusan DPRD. Anggaran tersebut dititipkan di BGD sebagai perusahaan daerah yang ditunjuk untuk membentuk Bank Banten.

Diketahui Pemerintah Provinsi Banten memberikan penyertaan modal kepada PT BGD sekitar Rp950 miliar untuk membentuk bank pembangunan daerah Banten atau Bank Banten.

Terakhir pada APBD 2016 Pemprov Banten memberikan penyertaan modal sekitar Rp380 miliar kepada BGD untuk memenuhi jumlah penyertaan modal pembentukan bank Banten tersebut sesuai rencana sekitar Rp 950 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru