Jabodetabek

Menhub Ungkap Kronologi Kecelakaan KRL di Bekasi Timur

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:59 WIB
Menhub Ungkap Kronologi Kecelakaan KRL di Bekasi Timur

ILUSTRASI. Raker Komisi V DPR bahas kecelakaan kereta api di Bekasi Timur (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)


Reporter: Leni Wandira  | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkap kronologi kecelakaan maut yang melibatkan KRL Commuterline Jakarta-Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada 27 April 2026. 

Pemerintah menyatakan masih menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait penyebab pasti insiden tersebut.

“Terhadap peristiwa di Bekasi Timur, kami menunggu hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi,” ujar Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Kamis (21/5).

Dudy menjelaskan kecelakaan bermula ketika KRL Jakarta-Cikarang 5568A tiba di Stasiun Bekasi pukul 20.34 WIB atau satu menit lebih awal dari jadwal. Sementara KA Sawunggalih 116B tiba pukul 20.35 WIB dalam kondisi terlambat lima menit sebelum kembali diberangkatkan pada pukul 20.37 WIB.

Baca Juga: Cek Harga Kambing dan Sapi Kurban Provinsi Riau & Kepri versi Kurban BAZNAS 2026

KA Sawunggalih kemudian melintasi Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.39 WIB setelah berhenti untuk menaikkan penumpang di Stasiun Bekasi.

Beberapa menit setelahnya, sebuah taksi mogok di perlintasan sebidang JPL 85. Pada saat bersamaan, KRL Jakarta-Cikarang 5181B melintas dan menabrak kendaraan tersebut.

“Terjadi temperan dengan taksi tersebut. Timbul kerumunan, di mana warga melihat lokasi kecelakaan tersebut,” kata Dudy.

Sementara itu, KRL Jakarta-Cikarang 5568A yang mengalami keterlambatan delapan menit diberangkatkan dari Stasiun Bekasi pada pukul 20.45 WIB dan tiba di Bekasi Timur pukul 20.49 WIB.

KRL tersebut sempat diberangkatkan kembali, namun terhenti akibat kerumunan warga di sekitar lokasi tabrakan taksi dengan KRL sebelumnya.

“Kereta tersebut sempat berangkat, namun terhenti karena adanya kerumunan di depan untuk melihat kejadian temperan tersebut,” ujar Dudy.

Selanjutnya pada pukul 20.51 WIB, KA Argo Bromo Anggrek melintasi Stasiun Bekasi Timur dengan kecepatan 108 kilometer per jam dan tercatat datang tiga menit lebih awal dari jadwal.

“Tumburan terjadi pada jam 20.52 WIB,” kata Dudy.

Kecelakaan tersebut menyebabkan 124 korban, termasuk 16 orang meninggal dunia. Hingga kini, lima korban masih menjalani perawatan sementara 103 korban lainnya telah kembali ke rumah masing-masing.

Meski telah memaparkan kronologi awal, pemerintah menegaskan belum akan menyimpulkan penyebab kecelakaan sebelum proses investigasi KNKT selesai dilakukan.

Menurut Dudy, keselamatan perkeretaapian tidak hanya berkaitan dengan satu insiden, tetapi menyangkut aspek yang lebih luas mulai dari sarana, prasarana, operasi, sumber daya manusia, tata kelola, hingga pengawasan perlintasan sebidang.

Pemerintah juga menegaskan telah melakukan berbagai langkah penanganan sejak awal kejadian, mulai dari evakuasi korban, pemulihan layanan, pemeriksaan teknis awal, hingga pengamanan lokasi kejadian.

Kementerian Perhubungan saat ini terus berkoordinasi dengan KNKT, PT Kereta Api Indonesia (KAI), KAI Commuter, Polri, TNI, Basarnas, dan pemerintah daerah untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

Baca Juga: 891 ANS DKI Jakarta Naik Jabatan, Cek Gaji & Tunjangan PNS Ibu Kota 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Video Terkait


Terbaru