Umum

Jawab Tantangan Era Digital, UIN Malang Hadirkan Program Ma’had

Jumat, 12 Juni 2026 | 11:17 WIB
Jawab Tantangan Era Digital, UIN Malang Hadirkan Program Ma’had

ILUSTRASI. Kampus UIN Malang


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk  | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang memperkuat posisinya sebagai pelopor integrasi sistem pesantren dan pendidikan tinggi modern melalui Ma'had Al-Jamiah Sunan Ampel al-Ali (MSAA). 

Menurut Kepala Pusat Ma'had Al-Jamiah, Ahmad Izzudin, sistem yang dikembangkan sejak tahun 2000 ini hadir untuk menjawab tantangan pendidikan keagamaan di era modern dan telah diadopsi oleh berbagai PTKIN serta madrasah di Indonesia. 

Program asrama tersebut bertujuan membentuk kecerdasan intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (SQ) mahasiswa agar memiliki karakter religius serta terhindar dari perilaku negatif.

"UIN Malang punya gagasan untuk terus berinovasi menjawab dua sistem pendidikan ini. Di Ma'had, mahasiswa memiliki landasan  yang kuat untuk hidup di lingkungan kampus dan perkotaan," ujar Ahmad dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026). 

Pembelajaran di Ma'had disesuaikan dengan kemampuan awal mahasiswa, mulai dari tingkat dasar bagi yang belum bisa membaca Al-Qur'an hingga kelas lanjutan seperti tafsir dan kepenulisan bagi yang sudah memiliki latar belakang pesantren. Program ini juga menerapkan kebijakan inklusif bagi mahasiswa asing dan nonmuslim melalui mekanisme pembelajaran yang disesuaikan. 

Baca Juga: Jadwal Lengkap SPMB SMA dan SMK DIY 2026: Aktivasi PIN Token Dimulai Pekan Ini

Ke depan, sistem wajib ma'had atau asrama akan diterapkan secara menyeluruh di Kampus 3 UIN Malang, sehingga seluruh mahasiswa baru otomatis menjadi mahasantri. 

Pendidikan di Ma’had Al-Jamiah UIN Malang berlandaskan empat pilar utama, yaitu keagungan akhlak, kedalaman spiritual dan kesehatan mental, keluasan ilmu, serta kematangan profesional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. 

Staf Penata Layanan Operasional Ma'had Al-Jamiah UIN Malang, Mochamad Agus Nurcahyo mengatakan, muwadaah tahun ini mengusung tema “Horizon” yang melambangkan refleksi dan rasa syukur atas kesempatan mempelajari ilmu agama dan ilmu umum. 

Ma’had juga menekankan pentingnya pembentukan karakter serta pengembangan bakat dan minat mahasiswa melalui ekosistem digital. Diharapkan sinergi dengan Lumbung Coin Eco-Resort dapat mendukung lahirnya generasi intelektual yang berjiwa ulama dan ulama yang berjiwa intelektual. 

Dari lingkungan ini diharapkan muncul tokoh-tokoh muda inspiratif yang meneladani ilmuwan muslim besar seperti Al-Farabi, Ibnu Khaldun, dan Ibnu Sina dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan peradaban.

Baca Juga: Cek Prodi Kedokteran di PTN-PTS Jawa Tengah beserta Akreditasi Tahun 2026

Direktur Lumbung Coin Eco-Resort, Rosantika, menjelaskan bahwa program satu tahun di Ma’had merupakan bentuk pelatihan intensif untuk mengembangkan minat dan kompetensi mahasantri. Lulusan diharapkan memiliki ketahanan moral sekaligus kemampuan beradaptasi dengan perkembangan digital setelah keluar dari asrama.

Setelah menyelesaikan Ma’had, mahasiswa didorong untuk lebih mandiri. Karena itu, Lumbung Coin menyediakan program bootcamp lanjutan yang memberi peluang penghasilan agar mahasiswa dapat membiayai kebutuhan hidupnya sendiri.

Lumbung Coin dirancang sebagai akomodasi ramah muslim dengan fasilitas yang selaras dengan nilai Islam tanpa meninggalkan budaya lokal. Konsep ini juga menyasar Generasi Z yang menyukai penginapan unik, estetik, terjangkau, dan berkarakter.

Selain itu, Lumbung mengusung konsep eco-resort dengan komitmen pada keberlanjutan dan lingkungan, termasuk penggunaan fasilitas ramah lingkungan. Untuk mendukung aktivitas bootcamp dan pekerja digital, tersedia infrastruktur seperti Wi-Fi stabil, banyak stopkontak, serta pencahayaan alami yang memadai.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru