Kebijakan

Jurus Bupati Pandeglang Irna Narulita mendorong pariwisata selepas tsunami tahun lalu

Kamis, 10 Oktober 2019 | 07:13 WIB   Reporter: Ratih Waseso, Venny Suryanto
Jurus Bupati Pandeglang Irna Narulita mendorong pariwisata selepas tsunami tahun lalu

ILUSTRASI. Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi Gubernur Banten Wahidin Halim dan Bupati Pandeglang Irna Narulita melakukan groundbreaking Dive Center di Tanjung Lesung Beach, Selasa (26/9/2017)


KONTAN.CO.ID - PANDEGLANG. Genjot kembali wisata di Pandeglang pasca tsunami akhir tahun lalu, Pandeglang kini terus berbenah. Selain pembenahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung buffer zone atau daerah penyangga juga beriringan dikembangkan.

Irna Narulita, Bupati Pandeglang, menceritakan banyak upaya yang dilakukan terutama pemerintah daerah guna bangkitkan kembali ekonomi pariwisata di kawasan terdampak tsunami selat sunda.

Salah satunya adalah pengoptimalan buffer zone seperti Ujung Kulon yang tengah didorong menjadi Geopark Nasional, Carita, Sukaresmi dan Panimbang juga masuk didalamnya.

Baca Juga: Wisata unik, telusuri jalur badak jawa mandi di Pulau Handeuleum

"Ada wisata kuliner, pangan lokal, seni budaya jadi nilai jual sektor pariwisata. Dukungan ada dari CSR baik BUMN maupun BUMND. Memang kami sempat lumpuh tapi kami tak patah semangat," kata Irna kepada KONTAN awal Oktober lalu.

Bentuk dukungan Pemda dalam menggiatkan lagi ekonomi pariwisata dengan menghilangkan pajak dan retribusi bagi pelaku bisnis wisata di kawasan terdampak.

Enam bulan pajak dan retribusi dihilangkan, namun Irna menyebut apabila pengusaha belum pulih secara pendapatan maka masih ada kelonggaran untuk tidak memenuhi kewajiban usai enam bulan pasca tsunami.

"Ujung Kulon kami yakin bisa jadi jualan yang menjadi magnet wisatawan, apalagi kami memiliki fauna Badak Cula Satu yang merupakan warisan dunia menurut UNESCO," katanya.

Baca Juga: Jelajah ekonomi pariwisata: Ada Homestay dengan tampilan unik di Tanjung Lesung

Pandeglang sendiri memiliki tiga core bisnis yaitu Pertanian, Kemaritiman dan Pariwisata, setengah pantai di Banten masuk ke dalam Banten Selatan yaitu Pandeglang yang menjadi daya tarik dan potensi sendiri. "Mudah-mudahan ke depannya ada pelabuhan di Pandeglang," katanya.

Mengenai akses yang masih terhitung belum siapa juga diakui Irna. Ia berharap penyelesaian tol Serang - Panimbang segera usai agar semakin banyak wisatawan datang lantaran jarak tempuh yang terpangkas.

"Ada tahapan dasar yaitu infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Kenapa yang mulus jalan hanya di kawasan wisata, kami ingin swasta masuk kalau melibat akses di wisata bagus kan tertarik, nah untuk yang kawasan lebih masuk lagi memang belum semuanya, karena kan bertahap," jelas Irna.

Target pembangunan jalan ada sekitar 48% di tahun ini dan sekitar 50% sekian di akhir pimpinannya. 1028 kilometer jalan sudah dibangun, merupakan total dari perbaikan berbagai lini termasuk dari dana desa.

Baca Juga: Digemari warga Banten, gubernur akan tanam jengkol hingga 1.000 hektar

Pandeglang memiliki 256 objek wisata namun tak semuanya dijadwalkan dioptimalkan. Irna menyebut harus ada pemilahan dan terdapat 10 destinasi yang dioptimalkan.

Alasannya adalah agar pendapatan dari sektor wisata meningkat maka harus ada pemilihan lokasi mana yang tepat mendorong pendapatan di sektor pariwisata. Sepuluh destinasi dijelaskan Irna tak hanya wisata alam saja, terdapat seni budaya dan wisata religi.

Pasca tsunami Irna tak menampik secara investasi mereka sempat terpuruk. Dimana target investasi tahun ini adalah Rp 650 miliar dan hingga saat ini baru Rp 450 miliar. Melihat itu pemerintah setempat terus lakukan dorongan. Kembali kembangkan buffer zone menjadi salah satunya.

"Pendapatan pariwisata, perhotelan, perdagangan cukup rontok, jadi kita harus bergerak cepat untuk buktikan Pandeglang aman dikunjungi, koordinasi tentunya dengan berbagai pihak, dan mitigasi bencana," jelas Irna.

Baca Juga: Alat pendeteksi gempa sudah terpasang di Tanjung Lesung

Irna juga tak segan meminta bantuan kementerian untuk memilih Pandeglang sebagai lokasi jika terdapat event.

Ia menyebut dengan adanya event pusat yang digelar di daerahnya akan pacu wisatawan datang dan membantu masyarakat bangkit ekonominya secara perlahan. "Anggaran itu Rp 9 miliar tapi pasca tsunami Rp 7 miliar kita fokuskan ke infrastruktur," sebut Irna.

Saat ini baru terkumpul 50 investor yang menanamkan modalnya di Pandeglang. Melihat kondisi Irna menceritakan bahwa ada target wisatawan baik mancanegara maupun lokal adalah 3 juta wisatawan.

Namun target tersebut masih jauh tercapai di tahun ini. Hingga saat ini saja total wisatawan yang datang ke Pandeglang adalah 600.000, di mana 400.000 wisatawannya datang ke KEK Tanjung Lesung.

Baca Juga: Pantai Batako, tempat pelesiran warga Labuan kala malam tiba

"Tahun lalu hampir capai 3 juta wisatawan, drastis memang tapi kembali kemarin adalah musibah yang kita tak dapat terus menyerah," jelas Irna.

Perhelatan event-event diakui mampu naikkan jumlah wisatawan itulah mengapa ia getol menawarkan wisata daerahnya untuk jadi lokasi acara baik lokal maupun nasional. Pembangunan tol juga diharapkan mampu dipercepat yang akan jadi mendorong wisatawan terutama dari Jakarta.

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Yudho Winarto


Terbaru