KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR) mengerahkan personel dan peralatan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar wilayah operasional perusahaan di Lamandau, Kalimantan Tengah.
Meski kebakaran tersebut disebut tidak berdampak langsung terhadap operasional perusahaan, MKTR turut melakukan pemadaman dan upaya pencegahan agar api tidak meluas.
General Manager Operasional MKTR Adrial mengatakan, penanganan karhutla telah dilakukan sejak 5 Agustus 2026.
Kebakaran pertama kali terdeteksi di lahan milik masyarakat yang berbatasan langsung dengan wilayah operasional perusahaan dan sulit diakses oleh tim pemadam maupun peralatan berat.
Baca Juga: Ekowisata Sukagalih Bidik Nilai Tambah, dari Produk Lokal hingga Edukasi Owa Jawa
“Kebakaran lahan pertama kali terdeteksi di lahan masyarakat yang berbatasan langsung dengan wilayah operasional perusahaan yang tidak ada akses untuk masuk ke dalamnya,” ungkap Adrial dalam keterangannya Jumat (23/10/2026).
Untuk membatasi penyebaran api, MKTR berinisiatif membuat sekat bakar. Perusahaan juga melakukan penanganan darurat secara intensif menggunakan alat berat dan berkoordinasi dengan tim gabungan yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau, TNI, Polri, pemadam kebakaran, serta warga setempat.
Penanganan dilanjutkan dengan pendinginan lokasi selama 24 jam menggunakan sejumlah pompa air. MKTR mengerahkan empat regu pemadam yang bertugas secara bergantian pada siang dan malam hari. Setiap regu terdiri dari lima orang.
Di luar tim pemadam, perusahaan menambah personel untuk mendukung kebutuhan teknis dan logistik. Pada puncak penanganan, total personel yang terlibat secara langsung mencapai sekitar 75 orang.
Dari sisi peralatan, MKTR mengerahkan enam unit Alkon, lima unit mobil dump truck air yang dilengkapi Alkon, satu unit mobil tangki, dua unit mesin air apung, lima unit knapsack solo, serta 30 selang dan tujuh nosel. Perusahaan juga menurunkan satu unit ekskavator dan satu unit backhoe loader.
Baca Juga: Tips Merawat Ayam di Cuaca Panas agar Tidak Terkena Heat Stress
Untuk mendukung mobilitas personel, MKTR menyediakan satu unit bus angkut personel, satu mobil akomodasi, enam mobil operasional manajer, satu mobil operasional keamanan, serta satu ambulans.
Direktur MKTR, M. Pahlevi Pangerang mengatakan, penanganan karhutla menjadi prioritas perusahaan meskipun tidak menimbulkan dampak langsung terhadap operasional.
Menurut dia, keselamatan dan kesehatan karyawan, petani mitra, serta masyarakat di sekitar wilayah operasional menjadi perhatian utama.
Selain penanganan darurat, MKTR menjalankan upaya pencegahan melalui Badan Koordinasi Anti Kebakaran (Bakortiba), unit tanggap darurat internal perusahaan yang berkoordinasi dengan komunitas masyarakat sekitar.
Bakortiba bertugas melakukan pencegahan karhutla, memastikan kesiapan peralatan, menjalankan pemadaman dini, serta memberikan edukasi melalui simulasi dan pelatihan.
Baca Juga: 5 Taman Di Jakarta yang Buka 24 Jam, Cek Fasilitas dan Link Peta Lokasi
Perusahaan juga menyediakan layanan pusat panggilan dan akses pelaporan untuk membantu masyarakat menyampaikan indikasi kebakaran sejak dini, termasuk melalui sistem barcode.
Sosialisasi turut dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi, antara lain grup WhatsApp dan penyebaran infografis mengenai pencegahan serta penanganan awal karhutla.
Di bidang kesehatan, MKTR menyiagakan klinik bagi masyarakat sekitar selama terjadi karhutla. Perusahaan juga menambah persediaan masker, masker respirator, oksigen, dan inhalator, serta menempatkan tambahan mesin pompa air di sejumlah titik yang telah ditentukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News