KONTAN.CO.ID - Waspada serangan heat stress atau stres akibat panas, berikut adalah tips sederhana untuk merawat ayam di cuaca panas.
BMKG melaporkan cuaca panas dan relatif kering masih berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia pada pertengahan Oktober 2026.
Suhu maksimum mencapai 38,5°C di Jawa Barat dan 38°C di Lampung serta Jawa Tengah.
Karena itu, Anda sebagai peternak perlu memberikan perhatian lebih pada kondisi kandang dan ayam ketika cuaca sedang panas.
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu ayam menghadapi cuaca panas.
Baca Juga: Ukuran Kandang Ayam yang Ideal, Ini Patokan yang Perlu Diketahui
1. Pastikan Air Minum Selalu Tersedia
BPTU-HPT Sembawa Kementan menyarankan peternak memastikan air minum selalu tersedia dalam jumlah cukup, bersih, dan mudah dijangkau seluruh ayam.
Tempat minum juga perlu diperiksa secara rutin. Pastikan tidak tersumbat, bocor, atau tercemar kotoran.
Jangan sampai ada ayam yang kesulitan mendapatkan air karena jumlah atau posisi tempat minum tidak sesuai dengan populasi ternak.
2. Perbaiki Sirkulasi Udara Kandang
Anda perlu memastikan udara dapat bergerak dengan baik di dalam kandang. Bukaan ventilasi jangan sampai tertutup oleh tirai, peralatan, atau benda lainnya.
Jika menggunakan kipas atau sistem ventilasi mekanis, periksa kondisinya secara rutin agar dapat bekerja ketika suhu mulai meningkat.
Sirkulasi udara yang baik membantu mengeluarkan panas dari dalam kandang sekaligus menjaga kualitas udara.
Baca Juga: Ayam Tidak Bertelur? Ini 6 Penyebab yang Perlu Diketahui Peternak
3. Berikan Tempat Berteduh
Untuk ini, Anda dapat menggunakan atap, tirai, atau peneduh untuk mengurangi panas yang masuk ke kandang.
Namun, jangan membuat kandang menjadi terlalu tertutup. Tempat berteduh tetap harus diatur agar sirkulasi udara berjalan dengan baik.
4. Atur Waktu Pemberian Pakan
Saat cuaca panas, ayam biasanya mengurangi konsumsi pakan. Kondisi tersebut merupakan salah satu respons ayam terhadap heat stress.
Untuk mengatasinya, Anda dapat mengatur pemberian pakan pada waktu ketika suhu lingkungan relatif lebih rendah, seperti pagi dan sore hari.
Pakan juga perlu disimpan di tempat yang kering dan sejuk agar kualitasnya tetap terjaga.
5. Perhatikan Kepadatan Kandang
Kepadatan tinggi membuat ayam menghasilkan panas tubuh dalam jumlah lebih banyak dalam ruang yang sama. Kondisi tersebut juga dapat menghambat pergerakan udara.
BPTU-HPT Sembawa Kementan menyarankan peternak memperhatikan kepadatan kandang ketika menghadapi heat stress.
Karena itu, jumlah ayam sebaiknya disesuaikan dengan kapasitas kandang yang tersedia.
Baca Juga: Ternak Bebek Petelur vs Bebek Pedaging, Mana yang Cocok untuk Pemula?
Tanda Ayam Mengalami Heat Stress
Peternak juga perlu mengetahui perubahan yang muncul ketika ayam mulai kepanasan.
Beberapa tanda yang dapat diamati antara lain ayam terengah-engah, membuka sayap, lebih banyak diam, meningkatkan konsumsi air, dan mengurangi konsumsi pakan.
Dalam kondisi yang lebih berat, heat stress dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit, penurunan daya tahan tubuh, hingga kematian.
Jika tanda tersebut mulai terlihat, jangan menunggu kondisi ayam semakin parah.
Periksa kondisi kandang, ketersediaan air minum, sirkulasi udara, dan kepadatan ayam agar penyebab panas dapat segera dikurangi.
Baca Juga: Tips Merawat Kambing Saat Cuaca Panas agar Tetap Sehat dan Produktif
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News