kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45789,27   4,71   0.60%
  • EMAS938.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

KCIC: Cuaca ekstrim tidak mempengaruhi pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung


Senin, 24 Februari 2020 / 11:29 WIB
KCIC: Cuaca ekstrim tidak mempengaruhi pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung
ILUSTRASI. Warga mengumpulkan bata merah dan bahan bangunan lainnya yang masih bisa digunakan dari puing-puing bangunan rumah yang sudah dirobohkan sebagian di RT 1 RW 07 Kampung Sekekuda, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Rabu (21/1/202

Reporter: Handoyo | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan optimis proyek pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung dapat diselesaikan pada akhir tahun 2021. 

“Kita tetap fokus menyelesaikan ini, 2021 akhir sudah beroperasi. Jadi saya tadi bicara dengan tim PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tidak masalah, kita bisa optimalkan,” kata Menhub, Minggu (23/2). 

Baca Juga: Menhub yakin proyek kereta cepat Jakarta-Bandung rampung akhir 2021

Saat ini, dikatakan Menhub, progres pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 44% sedangkan untuk pembebasan lahan sendiri sudah mencapai 99,96%. Ia menyebut masih ada sebidang tanah di daerah Bandung yang sedang dalam tahap konsinyasi. Pada kesempatan tersebut, Menhub berpesan kepada KCIC sebagai pelaksana proyek agar pekerjaan ini dapat diselesaikan tepat waktu. 

“Satu, harus ontime. Yang kedua, mesti ada alih teknologi, dan ketiga adalah jaga hubungan dengan masyarakat banyak dan teamwork harus diperhatikan,” ucapnya. 

Terkait dengan wabah virus Covid-19 atau corona yang khususnya melanda daratan Tiongkok, Menhub sudah berkoordinasi dengan KCIC dan memastikan bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tetap berjalan sesuai rencana dengan memanfaatkan tenaga kerja lokal. 

Menhub mengapresiasi KCIC yang juga telah menjaga hubungan baik dengan masyarakat lokal dengan menempatkan sejumlah titik rumah pekerja dengan masyarakat lokal. Ia juga berharap dengan begitu hal ini juga akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. 

Baca Juga: Menhub tinjau proyek kereta cepat Jakarta-Bandung hari ini

“Saya bangga dan senang ada suatu proyek kereta cepat pertama kali di Indonesia, ini dikerjakan (dengan skema pembiayaan) business to business jadi artinya swasta Indonesia dengan swasta China. Ini merupakan proyek strategis yang kita inginkan karena tidak membebani APBN. Bayangkan ada Rp 83 triliun yang masuk Indonesia dari swasta dalam proyek ini,” ucap Menhub. 



TERBARU
Terpopuler

[X]
×