kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Kebijakan ganjil-genap mengakibatkan pendapatan sopir taksi online berkurang


Rabu, 11 September 2019 / 14:27 WIB

Kebijakan ganjil-genap mengakibatkan pendapatan sopir taksi online berkurang
ILUSTRASI. Penindakan tilang terhadap pengendara yang melanggar kawasan sistem ganjil-genap.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Organisasi profesi sopir taksi online, cemas terhadap penerapan perluasan pembatasan kendaraan dengan skema plat nomor ganjil genap. Sebab dipastikan akan sangat berdampak pada penghasilan sehari-hari karena adanya pembatasan waktu. 

Fahmi Maharaja, Ketua Umum ORASKI (Organisasi Angkutan Sewa Khusus Indonesia) mengatakan, karena itu pihaknya menyayangkan kebijakan ini karena bakal berdampak signifikan kepada para sopir taksi online

"Ganjil genap akan menyebabkan penurunan pendapatan kawan-kawan yang cukup signifikan. Karena biasanya setiap hari dia bisa mencari uang sekarang harus sehari nyari, dan libur, ini masalah perut. Kalau masalah lain kita toleransi, tapi kalau sudah perut itu menyangkut hak-hak dasar dari kawan-kawan, bisa tidak ngebul dapurnya," kata Fahmi kepada Kompas.com, Rabu (11/9). 

Baca Juga: Asosiasi Pengemudi Taksi Online: Perluasan ganjil genap tebang pilih

Dengan turunnya penghasilan, Fahmi mengatakan, bisa membuat masa depan sopir jadi terancam. Sebab katanya, banyak di antara mobil para sopir taksi online itu masih dalam masa cicilan. 

"Kawan-kawan ini posisinya itu mobil masih leasing, dan saya yakin kalau peraturan ini terus dipertahankan dan kita tidak boleh melintas, tinggal tunggu waktu saja mobil semua ditarik leasing karena tidak bayar," katanya.

Fahmi melanjutkan, secara pribadi dia tidak setuju anggapan awam bahwa penghasilan sopir taksi online akan sangat berkurang, sebab peraturan tersebut tidak setiap hari dan hanya berlaku di jam-jam tertentu. 

Baca Juga: Kebijakan ganjil-genap diklaim telah mampu memperbaiki kualitas udara di ibu kota

"Ganjil-genap hanya jam tertentu itu benar, tapi pada jam-jam itu jam kawan-kawan cari duit. Sebab yang ramai itu justru yang diberlakukan ganjil-genap, kalau sudah lewat jam 10.00 WIB itu sudah sepi, atau lewat jam 21.00 WIB juga. Itu prime time," katanya. (Gilang Satria)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penghasilan Sopir Taksi Online Terancam Akibat Perluasan Ganjil Genap"


Sumber : Kompas.com
Editor: Yoyok
Video Pilihan

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0056 || diagnostic_api_kanan = 0.0175 || diagnostic_web = 1.9879

Close [X]
×