kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45689,38   17,24   2.56%
  • EMAS917.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Keinginan putra sulung Jokowi maju di Pilkada Solo sudah bulat


Selasa, 15 Oktober 2019 / 14:23 WIB
Keinginan putra sulung Jokowi maju di Pilkada Solo sudah bulat
ILUSTRASI. Ilustrasi

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SOLO. Keinginan putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, maju sebagai calon wali kota di Pilkada Solo 2020 sudah bulat. Hal tersebut disampaikan Koordinator Forum Muda Visioner Solo yang merupakan pendukung Gibran di Pilkada 2020, Antonius Yogo Prabowo, saat dikonfirmasi Kompas.com, di Solo, Jawa Tengah, Selasa (15/10).

"Kami kemarin diundang ke rumah Mas Gibran. Kami sudah branding (Mas Gibran) jangan-jangan kami bertepuk sebelah tangan. Tapi ternyata tidak. Di luar dugaan jawaban Mas Gibran luar biasa," kata Yogo.

Dalam pembicaraannya itu, ungkap Yogo, Gibran siap bertarung dalam pesta demokrasi lima tahunan di Solo. "Mas Gibran mengatakan 'saya all out, saya siap untuk bertarung di pencalonan kepala daerah. Dan, saya siap memaparkan banyak planning dan visi misi untuk membangun Solo'," terang Yoga, menirukan Gibran.

Baca Juga: Wisuda di Singapura, banyak yang tak tahu Kaesang putra Jokowi

Gibran diketahui telah mendaftarkan diri sebagai anggota PDI-P Kota Surakarta. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah Gibran untuk ikut maju di Pilkada 2020. Akan tetapi, dari hasil penjaringan tertutup yang dilakukan PDI-P Kota Surakarta muncul nama Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa, sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang diusung di Pilkada. Surat penugasan PDI-P Kota Surakarta untuk Purnomo dan Teguh telah dikirim ke DPP dan DPD PDI-P untuk mendapatkan rekomendasi.

Sehingga, peluang Gibran maju dari PDI-P Kota Surakarta sudah tertutup. Peluang Gibran untuk maju menjadi calon wali kota adalah melalui jalur independen. Namun, dengan konsekuensi, Gibran bakal dicoret dari keanggotaan PDI-P Kota Surakarta.

"Mas Gibran sudah menyatakan masuk menjadi keluarga besar PDI-P. Dan, akan taat dan patuh kepada keputusan partai, kalau mau maju independen berarti tidak menghargai statmennya diri sendiri," ungkap Ketua DPC PDI-P Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo.

Baca Juga: Gibran resmi daftar jadi kader PDI-P, tanyakan formulir pendaftaran calon wali kota

"Kalau mau lewat independen boleh-boleh saja. Itu hak asasi manusia untuk ikut pesta demokrasi. Kalau sudah di luar PDI-P kan tidak mengakui dirinya sebagai anggota partai. Tidak usah dicabut, langsung dicoret," tegas Rudy.

Menanggapi hal itu, Yogo yang juga menjabat sebagai Dewan Penasihat DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Solo mengatakan PSI siap mendukung Gibran jika harus melalui jalur independen. PSI, kata dia, sudah melakukan upaya penggalangan dukungan untuk Gibran dengan mengumpulkan 40.000 kartu tanda penduduk (KTP).

Baca Juga: Status Kaesang sebagai putra Presiden terungkap, wisudawan di Singapura terkejut

Dia menyebut, alasan mengumpulkan 40.000 KTP karena syarat maju calon wali kota jalur independen sekitar 36.000 suara. "Kami mengambil 40.000 KTP supaya ketika nanti diverifikasi KTP tersebut bermasalah atau tidak terverifikasi, kami masih aman. Jadi, ada cadangan kalau ada KTP yang tidak terverifikasi," ungkap dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Keinginan Gibran Maju di Pilkada Solo Sudah Bulat"
Penulis : Kontributor Solo, Labib Zamani
Editor : Robertus Belarminus



TERBARU

[X]
×