HOME

Kemendag dan Pemprov Jateng teken MoU agar UMKM punya daya saing internasional

Jumat, 16 Oktober 2020 | 11:00 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Kemendag dan Pemprov Jateng teken MoU agar UMKM punya daya saing internasional

ILUSTRASI. Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menandatangani A memorandum of understanding (MoU) untuk memperkuat daya saing internasional Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Penguatan daya saing UMKM  menjadi salah satu prioritas fasilitasi Kementerian Perdagangan (Kemendag). Pasalnya UMKM sudah terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam perekonomian Indonesia.

Jumlah UMKM Indonesia saat ini menurut Kemenkop UMKM adalah 64 juta. Jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai lebih dari 90% tenaga kerja nasional.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan, dari angka tersebut terlihat bahwa UMKM strategis bagi ekonomi masyarakat. "Oleh karena itu UMKM harus diberikan fasilitas agar mampu mempertahankan dan meningkatkan fungsinya tersebut." kata Jerry dalam keterangannya, Jumat (16/10).

MoU Pengembangan UMKM antara Kemendag dan Pemprov Jateng ditandatangani oleh Mendag Agus Suparmanto didampingi Wamendag Jerry Sambuaga dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Baca Juga: Teten Masduki ungkap jumlah UMKM masuk pasar digital kini capai 10,25 juta

MoU itu merupakan respon atas pandemi Covid-19 yang berpengaruh besar dalam kegiatan ekonomi dan perdagangan, termasuk pada pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Jerry melanjutkan, kerjasama ini menekankan bahwa pembinaan UMKM harus punya paradigma baru, yaitu paradigma berdaya saing internasional. Pasalnya, menurut Jerry, keterbukaan ekonomi tidak bisa terhindarkan lagi. Arus perdagangan antar negara akan makin intens. Oleh karena itu, produk barang dan jasa yang dihasilkan UMKM juga harus berdaya saing tinggi.

"Ini adalah konteks yang kita hadapi sekarang. Kita harus memandangnya dengan positif dan optimistis. Pertama, paradigma kita adalah harus menganggap ini sebagai akselerator agar produk-produk UMKM makin meningkat kualitasnya. Kedua, kita justru harus melihat ini sebagai peluang UMKM untuk Go Internasional." kata Mantan Anggota Komisi I tersebut.

Jerry sendiri mencatat ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan UMKM agar bisa Go-Internasional. Pertama, kemendag akan makin meningkatkan dukungan kepada UMKM dengan produk dengan keunggulan komparatif agar keunggulan kompetitifnya meningkat. Kedua, bahwa UMKM Indonesia harus makin berbasis digital dan teknologi tinggi baik dalam operasi maupun produknya.

Baca Juga: Fintech dan e-commerce berkolaborasi mendorong pembiayaan di masa pandemi

Dukungan agar UMKM punya keunggulan kompetitif oleh Kemendag selama ini dilakukan dengan berbagai sisi antara lain dalam sisi perdagangan yang mendukung penyediaan bahan baku, desain produk, sistem logistik dan lain-lain.

"Jangan lupa perjanjian internasional juga merupakan fasilitasi tak langsung kepada UMKM. adanya perjanjian perdagangan dan ekonomi sangat membantu mendapatkan tarif preferensi dan fasilitas untuk mencapai standar-standar yang lebih tinggi. Artinya UMKM akan bisa menjual barang dengan harga lebih rendah dan punya standar yang bisa diterima di negara mitra dagang Indonesia." kata Wamendag.

Sedangkan untuk yang kedua, Jerry melihat bahwa dengan dukungan teknologi UMKM kita juga harus bisa beroperasi dan menghasilkan produk berteknologi.

"Dalam hal operasi UMKM, digitalisasi itu yang terus kami dorong. Itu bukan hanya di sistem pembayaran seperti yang kami lakukan di Manado, tetapi juga dalam semua aspek operasi perdagangan. Kita mendorong digitalisasi sistem logistik, pemasaran dan lain-lain. Kami juga mengajak seluruh stakeholder teknologi baik marketplace atau bahkan media sosial dan perusahaan teknologi agar bisa mendukung UMKM," tambahnya.

Sedangkan dalam hal perubahan produk, Jerry mengajak semua pelaku UMKM, khususnya generasi muda agar makin produktif dan percaya diri dalam menghasilkan produk digital dan teknologi.

Baca Juga: Hingga September, fintech Alami salurkan pembiayaan syariah lebih dari Rp 200 miliar

Ia melihat ini sebagai prospek yang sangat besar di masa depan untuk ekspor. Produk-produk digital seperti aplikasi dan game online akan makin besar pasarnya di masa depan dan bisa dilakukan dimana saja.

"Kita punya potensi. Itu yang harus dikembangkan. Dan kita harus percaya diri bahwa kita bisa menghasilkan produk teknologi semacam itu. Saya sudah berkeliling dan bertemu generasi muda potensial soal itu. Ini peluang dan kita pasti bisa memanfaatkan peluang itu." pungkas Wamendag.

 

Selanjutnya: Perumusan aturan turunan UU Cipta Kerja perlu melibatkan publik

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Noverius Laoli


Terbaru