Kementan Gelar Workshop Ekosistem Wirusaha Muda Berbasis Korporasi Petani

Senin, 19 September 2022 | 22:41 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Kementan Gelar Workshop Ekosistem Wirusaha Muda Berbasis Korporasi Petani

Program YESS dirancang untuk membangun kewirausahaan dan ketenagakerjaan muda di sektor pertanian dengan melibatkan dan meningkatkan peran para pemuda di pedesaan.


KONTAN.CO.ID - PACITAN. Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan generasi muda merupakan bonus demografi di Indonesia. Untuk itu, Kementan terus mendorong agar banyak generasi milenial turun ke sektor pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan generasi muda tumbuh bersamaan dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi. 

"Generasi milenial dengan ciri kreatif, inovatif, memiliki passion dan produktif. Maka tidak salah rasanya kalau kita letakkan tanggung jawab pembangunan pertanian kepada mereka", ujar Mentan dalam siaran pers Kementan, Senin (19/9).

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan pertanian itu seksi. Menurutnya, banyak sektor usaha yang bisa dikerjakan dan dimanfaatkan. "Peluang-peluang ini yang kita harapkan bisa dimanfaatkan generasi milenial," tuturnya.

Baca Juga: Kementan Apresiasi Petani Milenial Tulungagung Manfaatkan Hibah Kompetitif

Dedi menambahkan, generasi muda juga diharapkan bisa memberikan pembaruan. Untuk itu Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS) dilaksanakan sebagai proyek percontohan pengembangan generasi muda dan regenerasi petani di perdesaan melalui penyediaan fasilitas dan bimbingan kepada generasi muda (laki-laki dan perempuan). 

Program YESS dirancang dengan tujuan untuk membangun kewirausahaan dan ketenagakerjaan muda di sektor pertanian dengan melibatkan dan meningkatkan peran para pemuda di perdesaan. 

Sebagai upaya dalam akselerasi penumbuhan dan pengembangan ekosistem wirausaha muda, pada hari Senin (19/9/2022) Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Jawa Timur melaksanakan Workshop Ekosistem Kewirausahaan di Gedung KDPDK Pacitan.

Workshop ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan yang diwakilkan oleh Tjahyo Adhi Sukmono. Dalam sambutan pembukaan beliau menyampaikan apresiasi pelaksanaan kegiatan workshop guna terbentuknya korporasi-korporasi yang kuat dan profitable di Pacitan. 

Baca Juga: Dorong Pemuda Jadi Petani, Kementan Siapkan Pelatihan bagi Petani Milenial Malang

Tjahjo memberikan salah satu contoh asosiasi usaha yang sudah berjalan di Pacitan yaitu usaha susu sapi perah di Kecamatan Tegalombo dengan of taker Nestle melalui PT DAS.

Acep Hariri selaku Project Manajer PPIU Jawa Timur mengungkapkan Ekosistem Kewirausahaan ini akan dibentuk oleh pengusaha-pengusaha di Pacitan yang saling melengkapi dan berkolaborasi dalam membangun kemitraan strategis berbasis korporasi petani. 

Konsolidasi bisnis berkelanjutan ini diharapkan menjadi peninggalan program YESS yang bisa terus berjalan dan semakin kuat. Sehingga ketika ada petani muda yang ingin memulai usaha tidak akan kesulitan dalam mencari pasar.

Baca Juga: Polbangtan Kementan Gelar Workshop Pemantauan dan Evaluasi Program Petani Milenial

Atau produk-produk petani YESS yang berada di ujung gunung bisa sampai di pasar dengan harga yang kompetitif.

Rencana pengembangan ekosistem wirausaha muda berbasis korporasi pada tahun 2022 yang dibuat oleh PPIU dimulai dengan pembentukan embrio kelembagaan, MoU dan Implementasi kerjasama dengan off taker dan stakeholder, pembentukan korporasi dan penguatan korporasi. 

Dengan target pemasaran meliputi bursa komoditas, E-commerce, koperasi, pabrik pengolahan hasil dan ritel/toko hortikultura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Noverius Laoli

Terbaru