Kompeten di Bidangnya, Siswa SMKPP Kementan Raih Kompetensi Pertanian

Sabtu, 02 Maret 2024 | 12:47 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Kompeten di Bidangnya, Siswa SMKPP Kementan Raih Kompetensi Pertanian

Setelah berlangsung selama empat hari, pada Jumat [01/2], Uji Sertifikasi Profesi Bidang Pertanian dinyatakan selesai dilaksanakan dan seluruh asesi dinyatakan kompeten oleh Budianto selaku perwakilan Asesor?LSP?Kementan.


PERTANIAN -  BANJARBARU - Kementerian Pertanian (Kementan) secara berkesinambungan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), dengan salah satu program unggulannya yaitu sertifikasi kompetensi.

Program sertifikasi kompetensi bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan daya saing SDM, tetapi juga memberikan keahlian sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) kepada peserta didik. Hal ini dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

"Uji kompetensi dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Kementan di berbagai Tempat Uji Kompetensi (TUK), salah satunya adalah TUK SMK PP Negeri Banjarbaru di Provinsi Kalimantan Selatan," seperti dikutip dari siaran pers Kementan, Sabtu (2/3).

SMK-PP Negeri Banjarbaru, sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) pendidikan Kementan di Kalimantan, kembali menggelar Uji Sertifikasi Profesi (USP) Bidang Pertanian bagi 60 siswa kelas XII tahun pelajaran 2023/2024. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, dimulai dari Selasa (27/2).

Baca Juga: Realisasi Anggaran, Polbangtan Kementan Raih 3 Besar Kinerja Terbaik 2023

Setelah proses selama empat hari, Uji Sertifikasi Profesi Bidang Pertanian dinyatakan selesai pada Jumat (01/2). Seluruh asesi dinyatakan kompeten oleh Budianto, perwakilan Asesor LSP Kementan.

Hasil asesmen menunjukkan bahwa sebanyak 81 orang peserta berhasil mencapai tingkat kompetensi. Mereka berasal dari tiga Kompetensi Keahlian di SMK-PP N Banjarbaru, yaitu 27 siswa dari bidang Agribisnis Tanaman Perkebunan [ATP], 35 siswa dari bidang Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura [ATPH], dan 19 siswa dari bidang Agribisnis Pengolahan Hasil [APHP].

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Airin Nurmarita, mewakili Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia berharap hasil ini menjadi bekal bagi siswa dalam meniti karir dan menjadi pendamping ijazah mereka.

Airin juga menekankan bahwa meskipun masih ada ujian sumatif yang harus dijalani, namun ketegangan uji sertifikasi ini menjadi semacam puncaknya.

Baca Juga: Ombudsman Indonesia Menyoroti Lonjakan Harga Bawang Putih

Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso, menyatakan kebanggaannya atas hasil yang dicapai. Dia berharap dari hasil ini akan lahir generasi muda yang menjadi pencipta lapangan kerja atau pencari lapangan kerja di sektor pertanian.

Uji Sertifikasi Profesi Bidang Pertanian melibatkan siswa dari berbagai skema, seperti Mandor Pemeliharaan Kelapa Sawit untuk ATP, Pemeliharaan Tanaman Hidroponik untuk ATPH, dan Pengolahan Selai Buah untuk APHP.

Asesor dari LSP Kementan, antara lain Arief Wicaksono, Sukarji, dan Rendy Dwi Hartanto untuk Skema Mandor Pemeliharaan Kelapa Sawit; Budianto, Sunandar, Agung Puji Haryanto, dan Ari Tentrem Handayani untuk Skema Pemeliharaan Tanaman Hidroponik; serta Febtu Arisandi dan Rivana Agustin untuk Skema Pengolahan Selai Buah.

Baca Juga: Kementan Dorong Generasi Milenial Jadikan Pertanian Sebagai Peluang Bisnis

Upaya ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman untuk menciptakan ekosistem baru di sektor pertanian agar generasi muda memiliki ruang untuk berkembang, sehingga pertanian menjadi pilihan utama bagi mereka.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, menegaskan bahwa SDM memiliki peran penting dalam kemajuan pertanian. Oleh karena itu, BPPSDMP memiliki berbagai sekolah dan politeknik yang menawarkan program di bidang pertanian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru