Selain itu juga terkait ketersediaan tangki oksigen liquid, layanan permohonan dan pendistribusian vitamin atau obat hingga jadwal vaksinasi.
Baca Juga: Ratu Elizabeth dari Inggris Terjangkit COVID-19
Pemprov pun meningkatkan kapasitas tes harian dan mingguan Laboratorium Optimalisasi Pelayanan Swab, baik PCR maupun rapid antigen, di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
Di sisi lain, kata Nina, pemprov juga mempercepat proses vaksinasi terhadap anak-anak usia enam tahun, lansia, pelayan publik, masyarakat rentan, hingga masyarakat umum.
Namun, percepatan vaksinasi saat ini mengalami sejumlah kendala.
"Kendalanya, sasaran dosis pertama sudah mulai susah dicari, bahkan sudah dilakukan penyisiran sasaran seperti door to door, maupun vaksinasi keliling," ujar Nina.
Ia menjelaskan, ketersediaan jenis vaksin tertentu, seperti Moderna, belum dapat dipenuhi oleh pusat, sehingga kabupaten atau kota yang melakukan permohonan vaksin belum bisa dipenuhi.
Baca Juga: Kasus Covid-19 20 Februari 2022 Turun Lagi, Gejala Omicron Harus Tetap Diwaspadai
Hal tersebut dapat menghambat bagi sasaran penerima dosis satu yang mendapat Moderna, maka dosis kedua harus menunggu sampai vaksin diperoleh dari pusat.
Untuk kendala vaksin penguat (dosis ketiga) dilakukan bertahap karena terkait dengan persyaratan harus sudah memiliki e-tiket.
"Ada kecenderungan masyarakat memilih vaksin tertentu untuk penguat, padahal tidak semua vaksin stok tersedia," ujarnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kasus Omicron di Kota Depok Tertinggi se-Jawa Barat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News