Macet Parah Arus Balik Lebaran, Akses Tol Bawen Semarang Tersendat hingga 8 Km

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:05 WIB
Macet Parah Arus Balik Lebaran, Akses Tol Bawen Semarang Tersendat hingga 8 Km

ILUSTRASI. Kemacetan di Tol Dalam Kota (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: kompas.com  | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - SEMARANG. Arus balik Lebaran 2026 di jalur menuju pintu tol Bawen, Kabupaten Semarang, diwarnai kemacetan panjang hingga delapan kilometer pada Senin (23/3/2026).

Kepadatan kendaraan terjadi mulai dari kawasan gapura “Selamat Jalan Kota Salatiga” hingga akses masuk tol Bawen.

Kemacetan mulai terasa sejak sore sekitar pukul 17.00 WIB dan berlangsung hingga malam hari.

Ruas jalan yang biasanya dapat ditempuh dalam waktu sekitar 10 menit, kali ini memakan waktu hingga 30 menit untuk kendaraan roda dua, sementara mobil pribadi membutuhkan waktu lebih lama akibat padatnya arus kendaraan.

Baca Juga: Puncak Arus Balik Lebaran 24 Maret, Ini Jadwal One Way dan Contra Flow di Jalan Tol

Kondisi serupa juga terjadi dari arah Ungaran menuju Bawen. Lonjakan kendaraan yang hendak masuk tol membuat lalu lintas tersendat di sejumlah titik.

Kepadatan bahkan meluas hingga kawasan Pasar Babadan Ungaran sampai RSUD Ungaran dengan panjang antrean sekitar empat kilometer. Sejumlah SPBU di sepanjang jalur menuju Semarang juga dipadati antrean kendaraan.

Seorang pengguna jalan, Ozi, mengaku perjalanan yang biasanya singkat berubah jauh lebih lama akibat kemacetan parah tersebut.

“Enggak nyangka macet parah, perlu 30 menit buat sampai Terminal Bawen, padahal ini sudah hampir tengah malam,” ujarnya.

Tak hanya pengguna kendaraan pribadi, pemudik yang menggunakan transportasi umum juga terdampak.

Minimnya armada bus di Terminal Tirtonadi membuat calon penumpang harus menunggu lebih lama. Sebagian operator disebut mengurangi armada untuk menghindari terjebak kemacetan.

Baca Juga: Arus Balik Lebaran: Diskon Tol 30% Jasa Marga Hanya 2 Hari, Catat Tanggalnya

Seorang pemudik asal Pacitan, Dika, mengaku harus menunggu sekitar 40 menit untuk mendapatkan bus, bahkan ada penumpang lain yang menunggu hingga dua jam.

Setelah mendapatkan bus pun, perjalanan tetap terhambat kemacetan di sejumlah titik seperti Boyolali dan Tengaran.

Perjalanan Solo–Salatiga yang biasanya ditempuh sekitar dua jam, kali ini molor hingga tiga jam.

Selain waktu tempuh yang bertambah, tarif bus juga mengalami kenaikan hampir dua kali lipat, dari kisaran Rp25.000–Rp30.000 menjadi sekitar Rp40.000 per penumpang.

Kepadatan arus balik ini diperparah oleh cuaca hujan deras di kawasan Semarang atas, khususnya Banyumanik, yang semakin memperlambat laju kendaraan di jalur utama menuju kota.

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2026/03/24/053046078/kemacetan-mengular-8-kilometer-menuju-pintu-tol-bawen-semarang-hingga-6-jam?source=headline.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru