KONTAN.CO.ID - Pusat perbelanjaan legendaris MORO Purwokerto di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang tutup bertahun-tahun akan dihidupkan lagi. Namun bukan menggunakan nama MORO, melainkan Rita Group.
MORO resmi berpindah tangan ke Rita Group dengan nilai akuisisi mencapai Rp 120 miliar.
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono. Ia memastikan bahwa proses pembelian telah rampung dan investor siap melakukan pengembangan lanjutan.
“Sudah dibeli Rita, Rp 120 miliar,” ujarnya.
Baca Juga: APBD Jakarta Kuartal I-2026 Defisit Tipis, Belanja Lampaui Pendapatan
Akuisisi ini menjadi awal transformasi besar bagi MORO Purwokerto, yang selama ini dikenal sebagai ikon ritel di Kota Satria.
Rita Group berencana merombak total kawasan tersebut menjadi plaza dengan konsep baru yang lebih modern dan relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
Pendiri Rita Group, Buntoro, disebut telah bertemu dengan pemerintah daerah untuk membahas rencana renovasi tersebut.
“Pak Buntoro berjanji akan merenovasi Moro, dibuat semacam plaza dengan konsep berbeda,” kata Sadewo.
Transformasi ini menandai perubahan dari pusat perbelanjaan konvensional menjadi ruang komersial modern dengan pendekatan bisnis yang lebih adaptif.
Tonton: RI Tolak Bantuan IMF! Ekonomi Indonesia Disebut Masih Kuat
Pemerintah daerah berharap revitalisasi Moro dapat memberikan dampak ekonomi positif, termasuk meningkatkan aktivitas ritel dan menyerap tenaga kerja lokal.
“Harapannya bisa menyerap banyak tenaga kerja, terutama masyarakat Banyumas,” ujar Sadewo.
Selain itu, pengembangan kawasan ini juga dinilai sejalan dengan visi menjadikan Purwokerto sebagai kota ritel dan pendidikan unggulan di Jawa Tengah.
Proses renovasi diperkirakan akan segera dimulai. Salah satu langkah awal yang sudah dilakukan adalah penataan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar area Moro.
Penataan ini dilakukan atas permintaan investor guna mempercepat proses pembangunan dan menciptakan lingkungan yang lebih tertib.
“Sekarang sudah mulai bersih,” jelas Sadewo.
Tonton: Danantara Kantongi 20 Lokasi Rekomendasi Proyek PSEL
Namun, kebijakan tersebut berdampak langsung pada para pedagang kecil. Sejumlah PKL mengaku telah direlokasi sejak Ramadan 2026.
Salah satu pedagang, Gunawan, menyebut bahwa para pelaku usaha diminta pindah dari area depan Moro menjelang akhir bulan puasa.
Saat ini, sebagian pedagang memilih berjualan di seberang jalan atau berpindah ke lokasi lain seperti Sokaraja.
Meski demikian, para PKL berharap tetap dapat diakomodasi dalam pengembangan kawasan ke depan.
“Harapannya bisa ditata dan tetap diberi tempat, karena lokasi ini strategis,” ujar Gunawan.
Ke depan, integrasi antara pusat perbelanjaan modern dan keberadaan pelaku usaha kecil menjadi tantangan sekaligus peluang dalam transformasi Moro Purwokerto.
Jika dikelola dengan baik, proyek ini berpotensi menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru di Banyumas sekaligus menghidupkan kembali ikon ritel legendaris tersebut.
Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul Moro Purwokerto Akhirnya Punya Pemilik Baru, Resmi Dibeli Rita Group Pemilik Rita Pasaraya dan Gurita Bisnis Rita Group, Akuisisi Moro Purwokerto Rp 120 Miliar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News