Jabodetabek

MRT Jakarta Mulai Bangun Pintu Masuk Stasiun Harmoni Fase 2A

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:50 WIB
MRT Jakarta Mulai Bangun Pintu Masuk Stasiun Harmoni Fase 2A

ILUSTRASI. Pembangunan pintu masuk Stasiun Harmoni MRT Fase 2A resmi dimulai. Ketahui bagaimana ini akan mengubah mobilitas dan akses warga Jakarta. (Dok/@mrtjkt di Instagram)


Reporter: Vina Elvira  | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MRT Jakarta (Perseroda) memulai pembangunan pintu masuk (entrance) Stasiun Harmoni Lini Utara-Selatan MRT Jakarta Fase 2A, pada Selasa, 20 Januari 2026.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menjelaskan bahwa pembangunan MRT Jakarta Fase 2A ini merupakan tahapan penting dalam melanjutkan pengembangan sistem perkeretaapian perkotaan modern di Jakarta.

“Terdiri dari dua lantai, stasiun ini dilengkapi dengan tujuh entrance, yaitu dua di sisi barat, dua di sisi timur, dan tiga di bagian tengah yang terintegrasi dengan halte BRT Transjakarta,” ungkap Tuhiyat, dalam acara peletakan batu pertama (groundbreaking) Stasiun Harmoni, hari ini.

Stasiun Harmoni merupakan bagian dari paket kontrak CP202 pembangunan Fase 2A Lini Utara-Selatan bersama dengan Stasiun Sawah Besar dan Mangga Besar. Dari sisi konstruksi, progres pembangunan tahun 2025 untuk paket kontrak CP202 telah mencapai 61%.

Baca Juga: Catat Ini Daftar 15 Golongan yang Bisa Dapat Tarif Transjakarta, MRT dan LRT Gratis!

Dia melanjutkan, area Stasiun Harmoni nantinya akan bertransformasi menjadi gerbang masuk melalui penyediaan entrance 1 dan 2, termasuk fasilitas pooling tower dan ventilation tower di kawasan Duta Merlin seluas 2.186 meter persegi.

Adapun, Stasiun Harmoni memiliki panjang 252 meter, lebar 18 meter, dan kedalaman 17 meter, dengan dua lantai yang terdiri dari concourse dan platform. Stasiun ini akan memiliki tujuh entrance yang terintegrasi dengan Halte BRT Transjakarta.

MRT Jakarta menargetkan pembangunan Stasiun Bundaran HI–Monas akan rampung pada 2027 dan Stasiun Harmoni–Kota pada tahun 2029.

“MRT Jakarta berkomitmen untuk terus memastikan bahwa setiap pembangunan MRT menjunjung tinggi prinsip musyawarah, keterbukaan, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berorientasi pada keselamatan serta menghormati hak-hak masyarakat,” tutup Tuhiyat.

Selanjutnya: Optimisme Investor Global Meledak, Survei BofA Catat Sentimen Terbullish Sejak 2021

Menarik Dibaca: Kiat Orangtua Menyesuaikan Konten YouTube Yang Baik untuk Anak Remaja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru