Nusantara

Pasien Covid-19 di Sleman memburuk dengan cepat, UGM pastikan bukan varian baru

Senin, 07 Juni 2021 | 23:07 WIB Sumber: Kompas.com
Pasien Covid-19 di Sleman memburuk dengan cepat, UGM pastikan bukan varian baru

ILUSTRASI. UGM juga memeriksa sampel dari daerah lain yang diduga merupakan varian baru Covid-19.

KONTAN.CO.ID - YOGYAKARTA. Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) memastikan sembilan orang terjangkit virus corona di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang memburuk kesehatannya secara cepat tidak terinfeksi Covid-19 varian baru.

"Bukan variant of concern. Bukan varian Alfa, Beta, Gamma dan Delta," kata Ketua Kelompok Kerja FKKMK UGM, Gunadi, Senin (7/6). Gunadi menyebut, jenis varian baru Covid-19 dengan nama Alfa, Beta, Gama dan Delta untuk mengikuti anjuran Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Berdasarkan saran WHO, varian baru hasil mutasi Covid-19 tidak disebut berdasarkan negara tempatnya pertama kali ditemukan. Tujuannya untuk menghindari adanya stigmatisasi. "Misalnya varian Inggris itu disebut varian Alfa, lalu varian Afrika Selatan itu varian Beta, lalu varian Brasil itu varian Gamma, dan varian India itu disebut varian Delta," sebut Gunadi.

Selain itu, UGM juga memeriksa sampel dari daerah lain yang diduga merupakan varian baru Covid-19. Salah satunya adalah dari pasien yang berasal dari Bantul, DIY. Hanya saja, sampel dari tenaga migran itu tidak bisa dideteksi variannya.

Baca Juga: Satgas Covid-19: Warga dari India masuk RI karantina 14 hari, dari negara lain 5 hari

"Satunya tidak keluar karena CT (cycle threshold) value-nya 33 terlalu tinggi. Jadi kalau terlalu tinggi jumlah virusnya terlalu sedikit untuk (diperiksa) genom kira-kira," ujar Gunadi. Dengan hasil pemeriksaan itu, untuk sementara UGM menyatakan belum ada temuan varian baru Covid-19 di DIY.

"Nanti kalau ditemukan itu Kementerian Kesehatan yang mengumumkan," kata Gunadi. Tidak hanya sampel dari DIY, Gunadi menyatakan, sampel yang diterima dari Jawa Tengah pun tidak terdeteksi sebagai variant of concern Covid-19.

Sampel tersebut berasal dari Cilacap, Pati, dan Solo. Gunadi juga mengungkapkan, UGM masih memeriksa 48 sampel Covid-19 yang sebagiannya berasal dari DIY. Pemeriksaan itu diperkirakan bakal rampung pada pekan ini.

Baca Juga: India umumkan pemberian vaksin Covid-19 gratis untuk orang dewasa

Editor: Wahyu T.Rahmawati
Terbaru