Peristiwa

Pelindo III dukung ketahanan kelistrikan Bali dengan energi hijau

Rabu, 30 Desember 2020 | 20:25 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Pelindo III dukung ketahanan kelistrikan Bali dengan energi hijau

ILUSTRASI. Terminal LNG Benoa yang dioperasikan cucu usahanya PT Pelindo Energi Logistik (PT PEL)

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III  terus berinovasi dan berkontribusi nyata dalam menjaga kehandalan energi Indonesia. Salah satunya dengan hadirnya Terminal LNG Benoa yang dioperasikan cucu usahanya PT Pelindo Energi Logistik (PT PEL) yang diresmikan Presiden Jokowi pada 11 Juni 2016 telah memberikan angin perubahan dalam pemanfaatan energi hijau atau green energy di Pulau Dewata.

"PT Pelindo III melalui PT PEL berkomitmen tinggi untuk memberikan pelayanan terbaik dalam mendukung ketahanan energi nasional," ujar Direktur Utama PT Pelindo Energi Logistik (PEL) Wawan Sulistiawan, dikutip dari rilis tertulis, Rabu (30/12).

Terminal LNG Benoa juga telah ditetapkan sebagai Obyek Vital Nasional bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui penetapan Kementerian ESDM yang diputuskan melalui Kepmen ESDM No.159/2020 (Terminal LNG Benoa halaman 27 nomor urut 118) itu sebagai bentuk komitmen PT Pelindo III dalam mengamankan fasilitas Terminal LNG Benoa untuk mendukung kehandalan kelistrikan Indonesia.

Terminal LNG Benoa merupakan LNG Terminal Terapung Pertama skala menengah (middle scale) di Indonesia untuk menyimpan, meregasifikasi dan menyalurkan gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas 200 MW Pesanggaran (PLTDG) milik PT Indonesia Power (PT IP) yang merupakan anak perusahaan PT PLN.

Baca Juga: Hingga November, ekspor CBU melalui Terminal IPCC capai 205.660 unit

Menurutnya, pola pemanfaatan Terminal LNG terapung untuk mendukung kehandalan energi listrik tersebut dinilai paling tepat untuk Indonesia sebagai negara kepulauan. Peran pelabuhan sebagai link (supply chain logistik); gateway (pintu gerbang ekonomi) dan interface (pertemuan sea dan land transportation) sangat mendukung terciptanya efisiensi energi listrik di Pulau Bali.

"Hingga akhir tahun 2020 Terminal LNG Benoa telah berhasil melakukan 83 (delapan puluh tiga) pengapalan LNG dengan status Zero Accident untuk memenuhi kebutuhan pasokan gas PLTDG Pesanggaran dimulai sejak tahun 2016 hingga saat ini," kata Wawan.

"Hal ini merupakan komitmen PT Pelindo III menjalankan lima prioritas prinsip Kementerian BUMN yaitu Pengembangan Talenta yang diimplementasikan oleh PT PEL dalam meningkatkan kompetensi SDM dan memiliki sertifikasi dari BNSP," lanjutnya.

Dikatakan bahwa penggunaan LNG (gas alam cair) untuk energi listrik juga memiliki nilai lingkungan dan ekonomis yang tinggi. Dibandingkan dengan bensin dan solar, LNG lebih ramah lingkungan karena dapat mengurangi emisi sekitar 85%, dan dibandingkan CNG, LNG memiliki nilai densitas energi 3 kali lebih besar pada volume yang sama disamping menghasilkan harga ekonomi kelistrikan yang sangat efisien.

Baca Juga: Libur Nataru, layanan bongkar muat di MNP meningkat hingga 17%

"Kolaborasi antara PT Pelindo III, PT PLN dan PT Pertamina dalam ekosistem bisnis BUMN itu mendukung program pemerintah 'konversi energi pembangkit listrik' dari BBM menjadi gas yang lebih ramah lingkungan, juga mampu menghemat Rp 4 milyar/hari dari penggunaan BBM," jelasnya.

Editor: Noverius Laoli
Terbaru