KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus mendorong percepatan digitalisasi nasional sebagai bagian dari strategi memperluas ekonomi digital dan meningkatkan daya saing pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Salah satu fokus utama adalah penguatan identitas digital melalui pemanfaatan domain dan website sebagai fondasi bisnis di era digital.
Komitmen tersebut disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, saat menjadi narasumber dalam sesi Business Insight and Discussion pada ajang Registry Registrar CEO Meeting 2026 yang digelar Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Rabu (14/1/2026), di Semarang, Jawa Tengah.
Forum ini menjadi ruang dialog strategis bagi pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan ekosistem digital untuk membahas peran identitas domain dalam memperluas akses pasar, meningkatkan kredibilitas usaha, serta memperkuat daya saing UMKM, koperasi, dan sektor pendidikan di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital.
Baca Juga: Kementerian UMKM Digitalisasi dan Pendampingan Dorong UMKM Naik Kelas
“Digitalisasi usaha melalui pemanfaatan domain atau website bukan sekadar pilihan, tetapi bagian dari infrastruktur ekonomi digital yang strategis. Identitas domain yang kuat bisa menjadi pintu masuk UMKM untuk membangun kepercayaan pasar, memperluas jangkauan, dan mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan,” ujar Tiar seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu (17/1/2026).
Ia menegaskan, transformasi digital menjadi kunci bagi UMKM untuk naik kelas dan beradaptasi dengan perubahan lanskap bisnis.
Digitalisasi, menurutnya, tidak hanya soal kehadiran di platform digital, tetapi juga tentang kepemilikan dan pengelolaan identitas digital yang kredibel dan mandiri oleh pelaku usaha.
“Domain yang dikelola sendiri mencerminkan profesionalisme dan meningkatkan kepercayaan konsumen, sekaligus membuka akses UMKM ke ekosistem ekonomi digital yang lebih luas,” tambahnya.
Selain infrastruktur digital, Tiar juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan dan literasi manajemen usaha sebagai penopang utama penguatan UMKM. Literasi yang lebih baik dinilai akan membuat UMKM lebih adaptif, relevan, dan cepat merespons dinamika pasar.
Baca Juga: Ketegangan Memuncak di Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas! Siapa yang Akan Bertahan?
Sesi diskusi ini turut menghadirkan perwakilan dari Kementerian Koperasi, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta SMESCO Indonesia.
Para narasumber membahas peran identitas domain dalam mendukung digitalisasi koperasi dan pendidikan, serta pentingnya pemanfaatan data dan insight UMKM sebagai dasar perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat sasaran.
Melalui *Registry Registrar CEO Meeting 2026*, PANDI menargetkan penguatan kolaborasi antara pemerintah, registrar, dan pelaku ekosistem digital untuk mendorong pemanfaatan domain .id secara lebih luas.
Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital nasional sekaligus memperkuat posisi UMKM dan sektor strategis lainnya dalam persaingan ekonomi digital.
Selanjutnya: Dana IPO GOTO Rp 13,73 Triliun Habis Terpakai, Ini Detail Alokasinya
Menarik Dibaca: 12 Buah yang Bisa Turunkan Kolesterol dengan Cepat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News