Pengembangan kawasan industri Teluk Bintuni diklaim mendapat dukungan masyarakat adat

Selasa, 05 Oktober 2021 | 10:33 WIB
Pengembangan kawasan industri Teluk Bintuni diklaim mendapat dukungan masyarakat adat

ILUSTRASI. Punya prospek positif, investor perhotelan asing tertarik masuk ke Teluk Bintuni.


Reporter: Tendi Mahadi  | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabupaten Teluk Bintuni memiliki potensi yang terus dikembangkan pemerintah daerah setempat. Sebagai salah satu kawasan Industri, Teluk Bintuni terus melengkapi berbagai infrastruktur termasuk membangun pabrik pupuk berskala Nasional. 

Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw menyatakan bahwa Teluk Bintuni sebagai kawasan industri telah diatur dengan berbagai peraturan yang mengikat.  Begitu juga halnya terkait pembangunan pabrik pupuk, Bupati Teluk Bintuni yang sudah dirancang dengan dukungan masyarakat lokal, termasuk tujuh masyarakat adat atau suku di Teluk Bintuni. 

Diharapkan, pembangunan pabrik pupuk segera terlaksana sehingga nantinya akan menjadi salah satu penyumbang pendapatan negara. Investasi untuk pembangunan infrastruktur kawasan industri Teluk Bintuni Rp 2,64 triliun. 

Tak hanya itu, Kawasan teluk Bintuni juga menyiapkan Tangguh train 3 Bp Berau Ltd berkisar US$ 8,5 miliar dengan produksi LNG sekitar 10,5 TCF, sedangan Rencana  Pengembangan Blok Kasuri AKM oleh Genting Oil berkisar Rp 20 triliun dengan produksi 1,68 TCF.

Baca Juga: Uji emisi kendaraan gratis pekan ini di Depok, berikut daftar lokasinya

Namun, adanya pernyataan Menteri Investasi/Kepala BPKM-RI, Bahlil Lahadila dinilai menuai kontroversi tersendiri. Petrus Kasihiw sangat menyayangkan pernyataan dari Menteri Investasi/Kepala BPKM-RI, Bahlil Lahadila, mengenai tapal batas Teluk Bintuni dan Fakfak, saat memberikan sambutan di Kabupaten Fakfak, pada hari Senin (27/9). 

“Dia bilang pabrik pupuk saja dia bisa kasih pindah ke Fakfak, apalagi tapal batas. Dia bicara ini tidak tahu potensi konflik di perbatasan yang bisa terjadi,” ungkap Petrus.

Menurutnya, pernyataan Menteri Bahlil yang mengungkap bahwa akan memindahkan pabrik pupuk dan tapal batas Kabupaten Teluk Bintuni – Fakfak sebagai pernyataan yang tidak pada tempatnya.

Petrus bahkan menegaskan jika Bahlil hendak memindahkan pabrik pupuk keluar dari Teluk Bintuni ke Kabupaten Fakfak, maka, sesuai dengan permintaan masyarakat Tujuh Suku Bintuni, pabrik tersebut tidak boleh meminta gas dari Teluk Bintuni. 

Selanjutnya: Cuaca hari ini di Jabodetabek berawan, Bogor dan sebagian Jakarta hujan

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru