kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Penyakit demam berdarah menyerang 31 warga di Jombang 1 balita meninggal dunia


Rabu, 12 Februari 2020 / 14:16 WIB
Penyakit demam berdarah menyerang 31 warga di Jombang 1 balita meninggal dunia
ILUSTRASI. Pasien penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) menjalani perawatan di lorong Paviliun Seruni Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (31/1/2019). Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang, tercatat ada 95 kasus DBD, dua orang

Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JOMBANG. Jumlah warga yang positif terjangkit demam berdarah dengue (DBD) di Jombang, Jawa Timur, mencapai 31 orang. Jumlah itu adalah pasien yang terdata sepanjang Januari hingga awal Februari 2020.

Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, ada satu penderita DBD yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Jombang.

Baca Juga: Wah, ternyata kebakaran sabana mendukung pelestarian tanaman

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jombang Wahyu Sri Harini mengatakan, penderita DBD yang meninggal dunia tersebut berusia 11 bulan. Pasien tersebut tinggal di wilayah Kudu, Kabupaten Jombang.

Pasien rujukan dari Puskesmas itu masuk ke RSUD Jombang dalam kondisi kritis. Bayi itu meninggal dunia pada hari keempat, saat menjalani perawatan intensif. Menurut Wahyu, sepanjang Januari, jumlah kasus penderita DBD sebanyak 21 orang. Sedangkan, pada awal Februari terdapat temuan sebanyak 10 kasus.

"Sampai saat ini ada 31 kasus.  Meninggal dunia ada 1, usianya 11 bulan. Kasusnya di bulan Januari," kata Wahyu kepada Kompas.com, Rabu (12/2/2020).

Baca Juga: Hadapi virus corona, Tanamduit sediakan asuransi proteksi bebas penyakit

Menurut Wahyu, ada penurunan jumlah kasus DBD pada periode Januari tahun lalu dan tahun ini. Pada Januari 2019, jumlah warga yang terjangkit DBD sebanyak 123 kasus. Meski demikian, menurut Wahyu, Pemkab Jombang tetap melakukan antisipasi agar DBD tidak sampai mewabah.

Pada Desember 2019, Pemkab Jombang telah menetapkan status waspada sebagai antisipasi dan pencegahan DBD.

Baca Juga: Demam tanpa flu atau batuk, waspadai demam berdarah

Direktur RSUD Jombang Pudji Umbaran menuturkan, sejak Januari 2020, cukup banyak pasien yang masuk ke RSUD Jombang memiliki gejala terjangkit demam berdarah. Sebagian besar dinyatakan negatif DBD dan 21 pasien dinyatakan positif.

"Kami berupaya semaksimal mungkin, harapan kami tidak ada lagi kasus kematian akibat DBD. Mudah-mudahan tidak ada lagi," ujar Pudji.

Hingga Rabu ini, RSUD Jombang menangani lima pasien yang positif terkena DBD. Pasien DBD yang masih menjalani perawatan terdiri dari 4 pasien anak-anak dan 1 pasien dewasa. (Moh. Syafií)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "31 Warga Jombang Positif Demam Berdarah, 1 Meninggal Dunia"



TERBARU
Terpopuler

[X]
×