Peringati Hari Kartini, RLU Tingkatkan Peran Kelompok Wanita Tani

Jumat, 22 April 2022 | 07:51 WIB
Peringati Hari Kartini, RLU Tingkatkan Peran Kelompok Wanita Tani

ILUSTRASI. RLU melibatkan tenaga kerja wanita dalam pengelolaan program konservasi seluas 25% dari luas area konsesi di Jambi. KONTAN/Baihaki/26/9/2010


Reporter: Dikky Setiawan  | Editor: Dikky Setiawan

Mitigasi konflik

RLU melibatkan tenaga kerja wanita dalam pengelolaan program konservasi seluas 25% dari luas area konsesi di Jambi yang sekaligus berperan sebagai kawasan penyangga sisi selatan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT). 

Mereka terlibat dalam upaya mitigasi konflik satwa di areal konservasi. Perempuan juga terlibat aktif dalam pembibitan 30 jenis bibit tanaman hutan untuk mengembalikan ekosistem areal konservasi.  

Selain itu, RLU juga menyalurkan berbagai bantuan sarana pertanian, termasuk memberikan bibit jahe merah kepada wanita tani binaan untuk dibudidayakan di sekitar pekarangan rumah maupun areal kebun karetnya.

"Kami juga bekerjasama dengan UN Women dan Tropical Landscape Finance Facility (TLFF) untuk melakukan penelitian tentang perempuan di konsesi PT  RLU di Jambi," imbuh Yasmine. 

Baca Juga: Dapat Restu Presiden Jokowi, PTPN Group Siap Go Public Tahun Ini

Pada Oktober 2021 lalu, RLU juga telah meluncurkan program Women Protection Plan (WPP) dan Women Support Group (WSG) Kawan Wanita (Kanita). 

Karmila Parakkasi, GM Sustainability dan Compliance RLU sekaligus Ketua program WPP dan WSG mengatakan, program ini bertujuan memberikan support system kepada karyawan wanita sebagai sarana dalam menyampaikan masukan dan ide-ide.

Selain itu, juga keluhan dan memberikan mereka akses dalam berbagi pengetahuan dan pengembangan perempuan. "Kami bermitra dengan TLFF dengan pakar gender sebagai Penasihat kami, yaitu Nani Saptariani," ujar Karmila.

Nani Saptariani, Social & Gender Expert pada TLFF berpendapat, pemberdayaan perempuan adalah investasi penting bagi dunia usaha. Pasalnya, berdasarkan penelitian, saat menjadi pemimpin, wanita mampu meningkatkan profit tinggi bagi perusahaannya. 

Baca Juga: Meski Harga Komoditas Melonjak, Pemerintah Yakin Inflasi Tetap Terjaga 3% di 2022

"Seringkali perempuan dianggap kurang pintar. Padahal tidak begitu, kondisi itu terjadi karena peluang bagi perempuan tidak dibuka secara adil. Ini terjadi di industry pada umumnya," ungkap Nani.

Karena itu, Nani menyambut positif langkah RLU untuk menginiasi Program WPP, dimana pembahasannya dilakukan intensif dalam dua tahun terakhir. "Sudah banyak progresnya di tengah kendala adanya pandemi Covid-19," kata dia.

Apalagi, lanjut Nani, RLU mengembangkan kebijakan whistle blower untuk zero tolerance pada kekerasan dan pelecehan serta memberikan given mechanism untuk kasus-kasus khusus pada perempuan. 

RLU juga terus membangun kelompok diskusi mengenai WPP. Pemberian pengetahuan soal WPP diberikan kepada semua karyawan, baik laki-laki dan perempuan. 

"Program WPP yang dilakukan RLU merupakan sebuah kemajuan di dunia industri dan ini diharapkan juga dilakukan pada semua industri yang sejenis," tutup Nani. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru