Jabodetabek

Perkantoran dan komunitas jadi tempat rawan penyebaran corona, ini kata gubernur DKI

Minggu, 26 Juli 2020 | 06:26 WIB Sumber: Kompas.com
Perkantoran dan komunitas jadi tempat rawan penyebaran corona, ini kata gubernur DKI

ILUSTRASI. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, ada dua lokasi yang rawan penularan Covid-19 berdasarkan data akhir-akhir ini. 

Dua lokasi tersebut yakni perkantoran dan komunitas warga. 

"Dari temuan kita dengan testing, aktivitas di perkantoran dan komunitas warga jadi salah satu tempat yang paling rawan penyebaran," ujar Anies dalam video yang diunggah pada Akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Jumat (25/7). 

Kedua tempat tersebut menjadi rawan karena memang banyak orang yang berada dalam satu lokasi yang sama. 

Baca Juga: Pemprov DKI: Tempat hiburan tak diizinkan beroperasi karena rentan penularan corona

Anies pun meminta warga bisa saling menegur bila ada orang yang tak menerapkan protokol Covid-19 di tempat umum. 

"Harus saling ingatkan, jangan pernah ragu tegur sesama kita yang mungkin lalai tidak jalankan protokol kesehatan, misalnya gunakan masker kapanpun di mana pun, cuci tangan serutin mungkin, jaga jarak 1 hingga 2 meter itu prinsip sederhana," kata dia. 

Ia berharap, masyarakat tidak pernah lelah untuk menjaga diri sendiri dan keluarga agar tak terpapar virus ini. 

"Kita mungkin sudah merasa lelah karena hampir 5 bulan menjalani ini. Masalahnya virusnya tidak pernah lelah, dan virusnya terus menyebar kalau kita beri kesempatan, maka kita tidak boleh lelah, kita juga harus menjaga protokol kesehatan," kata dia. 

Perkantor dan perusahaan di DKI saat ini mulai rawan penularan Covid-19. 

Kasus terbaru yang menyita perhatian yakni tiga pegawai Kantor Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) dinyatakan positif Covid-19. 

Ketiganya masing-masing berasal dari bagian RRI Jakarta, Direktorat Teknologi dan Media Baru, dan Siaran Luar Negeri (SLN). 

Akibatnya, kantor yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat menerapkan kebijakan lockdown atau penutupan sementara selama 14 hari terhitung mulai 22 Juli hingga 4 Agustus 2020. 

Baca Juga: Kasus virus corona melonjak, Pemprov DKI gelar operasi penegakan penggunaan masker

Pihak RRI kemudian meminta seluruh karyawan RRI bekerja di rumah atau work from home (WFH) selama kebijakan lockdown itu diterapkan.

Penulis : Ryana Aryadita Umasugi
Editor : Icha Rastika

Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul: "Anies: Perkantoran dan Komunitas Jadi Tempat Rawan Penyebaran Covid-19"

Editor: Herlina Kartika Dewi


Terbaru