Jabodetabek

Perkuat Pasokan Beras, DKI dan Cianjur Teken Kerja Sama Ketahanan Pangan

Kamis, 12 Februari 2026 | 18:15 WIB
Perkuat Pasokan Beras, DKI dan Cianjur Teken Kerja Sama Ketahanan Pangan

ILUSTRASI. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (DOK/PT Food Station Tjipinang Jaya)


Reporter: Yudho Winarto  | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur untuk memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas pasokan beras ibu kota.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan pada Kamis, 12 Februari 2026, di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan penandatanganan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen konkret untuk membangun sinergi antara daerah produsen dan pasar utama.

Baca Juga: Sambut Imlek, Cek Peruntungan Shio 2026: 3 Shio Ini Panen Cuan & Asmara Membara!

“Kita ingin pasokan terjaga dan harga tetap wajar. Kita ingin petani tersenyum, dan warga Jakarta merasa tenang menyambut Ramadan, Imlek, serta hari besar lainnya dengan ketersediaan stok pangan yang cukup,” ujar Rano dalam keterangan resminya.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak bisa dibangun sendiri-sendiri, melainkan melalui kemitraan yang saling menguatkan antara daerah lumbung pangan dan konsumen besar seperti Jakarta.

150 Hektare, Libatkan 140 Petani

Selain penandatanganan nota kesepahaman, dilakukan pula panen bersama di Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur.

Panen ini merupakan bagian dari kerja sama Pembelian Siaga antara BUMD DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda), dengan PT Tunas Bumi Emas Lestari.

Baca Juga: Kuota Mudik Gratis ASDP 2026 Wilayah Aceh Dibuka, Daftar Mulai Kamis (12/2)

Direktur Utama Food Station Dodot Tri Widodo menjelaskan total lahan kerja sama mencapai 150 hektare dan melibatkan 140 petani yang tergabung dalam tujuh kelompok tani.

“Panen bersama ini adalah upaya konkret menjaga stabilitas pasokan beras, khususnya untuk DKI Jakarta,” kata Dodot.

Dorong Kebangkitan Pandanwangi

Dalam kerja sama ini ditanam varietas padi IR 64/Inpari 32 serta varietas unggulan khas Cianjur, Pandanwangi, di lahan seluas 50 hektare.

Pandanwangi merupakan varietas premium yang hanya dapat ditanam di tujuh kecamatan di Cianjur, yakni Warungkondang, Cugenang, Cianjur, Cilaku, Cibeber, Gekbrong, dan Cempaka. Namun, luas tanamnya belakangan mengalami penurunan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Lampung 12 Februari 2026: Bandar Lampung Hujan Petir

Food Station selama ini menyerap beras Pandanwangi untuk dipasarkan dengan merek Ciwangi di wilayah Jabodetabek dan Bali, dengan kebutuhan sekitar 10 ton per bulan. Namun, pasokan masih terbatas.

“Melalui kerja sama ini diharapkan minat petani untuk kembali menanam Pandanwangi meningkat,” ujar Dodot.

Sinergi Produsen dan Konsumen

Wakil Bupati Cianjur Abi Ramzi menyampaikan apresiasi atas kemitraan ini. Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan langkah nyata memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Hari ini (12/2): Warga Sumbar, Riau, Babel, Kepri Wajib Tahu!

“Ini bukan hanya simbol keberhasilan panen, tetapi mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, BUMD, dan swasta dalam membangun sektor pertanian yang maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia menambahkan, tingginya kebutuhan pangan Jakarta menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Cianjur sebagai daerah penyangga untuk berkontribusi lebih besar dalam menjaga stabilitas pasokan.

Selanjutnya: Kepemimpinan Tak Lazim: Penemu Bangkai Titanic Tembus Batas Eksplorasi & Pendidikan

Menarik Dibaca: Anti Pucat! Ini 4 Warna Lipstik yang Cocok untuk Kulit Kuning Langsat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru