Peristiwa

Pariwisata Berkelanjutan Angkat Ekonomi Desa Tebara ke Level Regional

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:30 WIB
Pariwisata Berkelanjutan Angkat Ekonomi Desa Tebara ke Level Regional

ILUSTRASI. Desa Wisata Tebara atau Desa Wisata Kampung Prai Ijing NTT (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/dok)


Reporter: Noverius Laoli  | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menilai pengembangan desa wisata berbasis pemberdayaan ekonomi lokal mampu menciptakan nilai bisnis yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Pendekatan ini tercermin dari transformasi Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, yang kini mampu mencatatkan pendapatan signifikan dari sektor pariwisata dan menembus pengakuan internasional.

EVP Corporate Communications & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan pemberdayaan desa harus dilakukan secara inklusif dengan melibatkan warga sebagai pelaku utama kegiatan ekonomi.

Baca Juga: Desa Wisata Prai Ijing Sumba Barat Raih Penghargaan Pariwisata Berkelanjutan ASEAN

Menurutnya, pariwisata lokal memiliki potensi untuk berkembang sekaligus menjadi penggerak ekonomi daerah.

“Pemberdayaan yang efektif adalah yang melibatkan masyarakat lokal secara langsung. Pariwisata desa tidak hanya menciptakan daya tarik wisata, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi dan keberlanjutan,” ujar Hera dalam keterangan resmi, Kamis (5/2/2026).

Melalui program Bakti BCA, perseroan melakukan pendampingan komprehensif terhadap desa binaan, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan produk dan layanan wisata, literasi keuangan, hingga perluasan akses pasar dan pengembangan UMKM.

Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara menjadi salah satu dari 28 Desa Bakti BCA yang mendapatkan pembinaan tersebut.

Hasil pendampingan itu terlihat dari kinerja ekonomi desa. Pada 2025, Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara membukukan pendapatan sekitar Rp1,4 miliar dari sektor pariwisata, seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan hingga 67% dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Pengembangan Desa Wisata Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Akses Pasar UMKM

Capaian ini turut mengantarkan desa tersebut meraih ASEAN Sustainable Tourism Award 2026 di Cebu, Filipina, sekaligus mewakili Indonesia di ajang regional.

Kepala Desa Tebara, Marthen Ragowino Bira, mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari perubahan model pengelolaan desa yang lebih terstruktur dan berbasis potensi lokal.

Pendampingan Bakti BCA, menurut dia, mendorong desa bertransformasi menjadi desa wisata mandiri dengan pelibatan aktif generasi muda.

“Pendanaan penting, tetapi pemberdayaan yang sesuai dengan karakter sosial, ekonomi, dan budaya desa jauh lebih menentukan,” kata Marthen.

Baca Juga: Konservasi Terumbu Karang di Banyuwangi Dorong Ekonomi Lokal dan Ekowisata

Ia menjelaskan, pengembangan homestay Prai Ijing, pusat kerajinan tenun Sumba, serta atraksi wisata alam menjadi sumber pendapatan baru bagi warga. Peningkatan ekonomi tersebut turut mendorong status Desa Tebara naik menjadi Desa Maju.

Meski demikian, Marthen menegaskan pencapaian ini merupakan hasil proses panjang yang melibatkan gotong royong warga, perbaikan kelembagaan desa, penyusunan paket wisata, serta pemanfaatan potensi lokal yang dilakukan secara bertahap.

“Desa tidak bisa maju sendiri. Kolaborasi dan proses bersama menjadi kunci agar dampaknya berkelanjutan,” ujarnya.

BCA menilai keberhasilan Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara menjadi contoh bahwa pembinaan yang konsisten dapat menciptakan ekosistem ekonomi desa yang lebih kuat. Ke depan, perseroan berharap model pendampingan ini dapat direplikasi di desa wisata lain untuk memperluas peluang usaha masyarakat dan memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap ekonomi daerah.

Selanjutnya: Cak Imin Akui Rentetan Musibah Picu Kemiskinan Ekstrem Baru

Menarik Dibaca: Makuku Luncurkan Comfort Fit, Popok Tipis Anti Bocor untuk Anak Aktif Sepanjang Hari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru