Infrastruktur

Pertamina dirikan SPBU BBM satu harga di Sambas, Kalimantan Barat

Minggu, 29 November 2020 | 08:12 WIB   Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Pertamina dirikan SPBU BBM satu harga di Sambas, Kalimantan Barat

ILUSTRASI. Pertamina dirikan SPBU BBM satu harga di Sambas, Kalimantan Barat.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertamina mendirikan Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga di Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berjenis Kompak diresmikan pada (27/11) oleh Camat Kecamatan Jawai selaku perwakilan Bupati Sambas dan SBM Rayon II Kalbar selaku perwakilan Pertamina wilayah pemasaran Kalimantan Barat.

SPBU bernomor 64.794.01 berlokasi di Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas merupakan salah satu bentuk realisasi dari BBM 1 Harga. Terhitung telah beroperasi di 38 titik BBM 1 Harga di seluruh Kalimantan. SPBU ini merupakan titik ke 2 yang telah dioperasikan untuk keseluruhan target yang ditugaskan kepada Pertamina untuk wilayah Kalimantan Barat pada tahun 2020. 

“Sebagai BUMN yang bergerak di bidang energi, tentunya kami dukung penuh program pemerintah apalagi dalam mewujudkan kemandirian energi dan penyamarataan harga BBM ke pelosok negeri.” ujar SBM II Kalbar, Avip Noor Yulian lewat keterangan tertulisnya, Sabtu (28/11).

Pada SPBU ini, terdapat fasilitas penyimpanan masing-masing 15 Kiloliter (KL) untuk produk Premium, Solar, dan 20 KL untuk produk Pertalite. Adanya penambahan SPBU Kompak di daerah Jawai, Kabupaten Sambas, sangat membantu perekonomian masyarakat yang dominan bermata pencaharian sebagai Petani dan Nelayan.

Baca Juga: Milenial, inilah 6 tips cerdas membeli rumah lewat KPR

Dengan ini, masyarakat tidak lagi merogoh kocek sebanyak Rp 10.000 per liter atau lebih untuk solar dan premium. Sekarang, masyarakat dapat menikmati harga premium dan solar dengan harga yang sama yaitu premium Rp 6.450 per liter dan solar Rp. 5.150 per liter. 

Avip bilang, untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat, armada Pertamina harus menempuh perjalanan sejauh sekitar 300 km melalui jalur darat, atau melalui kombinasi jalur darat dan sungai dengan menyeberang menggunakan kapal ferry.

”Tantangan pada saat distribusi BBM ke SPBU Kompak ini yaitu kondisi jalan atau akses menuju lokasi yang saat ini harus melalui jalur sempit dan kondisi jalan yang rusak. Hal ini disebabkan sebagian rute yang dilewati armada Pertamina harus melalui jalan di perkampungan warga dan sebagian jalan tanah," ungkap Avip.

Selanjutnya: Kementerian ESDM susun grand strategi energi nasional guna dorong EBT

 

Editor: Noverius Laoli


Terbaru