Peristiwa

Pertamina Patra Niaga Dorong Pengelolaan Potensi Lokal Menjadi Manfaat Berkelanjutan

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:34 WIB
Pertamina Patra Niaga Dorong Pengelolaan Potensi Lokal Menjadi Manfaat Berkelanjutan

ILUSTRASI. Pertamina Patra Niaga (DOK/Pertamina Patra Niaga)


Reporter: Tendi Mahadi  | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Patra Niaga mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan melalui program Cadiak Pandai di Padang Pariaman, dan ONDE MANDE di Kota Padang. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora mengatakan bahwa keberlanjutan tumbuh ketika masyarakat diberi ruang untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Melalui Program Cadiak Pandai dan ONDE MANDE, Pertamina Patra Niaga berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Di Nagari Padang Toboh Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Program Cadiak Pandai menjadi ruang pemberdayaan bagi perempuan melalui Kelompok UKASEMA (Usaha Kompos Sejahtera Bersama). Sejak 2023, perempuan dilibatkan secara aktif dalam pengembangan pertanian organik, pengolahan limbah pertanian menjadi pupuk kompos dan parfum jerami, serta edukasi lingkungan kepada masyarakat dan pelajar.

Baca Juga: Nuzran Joher Ketua Ombudsman RI, Ini Jejak Karier dan Pendidikannya

"Kedua program ini juga menjadi bagian dari kontribusi kami dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), mulai dari pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pelestarian lingkungan dan aksi iklim,” ujar Kitty dalam keterangannya, Kamis (1/10).

Melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan, program ini turut mendorong pemanfaatan 42 ton limbah jerami dan enam ton limbah kotoran ternak per tahun. Dari sisi ekonomi, program ini memberikan tambahan pendapatan bagi anggota UKASEMA sekitar Rp 300.000 hingga Rp 700.000 per bulan.

Dukungan terhadap pengembangan masyarakat juga dirasakan di tingkat nagari. Wali Nagari Padang Toboh Ulakan, Mulyadi, menilai pendampingan yang dilakukan melalui Program Cadiak Pandai turut membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang ada di lingkungan sekitar.

“Bagi kami, Program Cadiak Pandai menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat," kata dia.

Sementara itu, di kawasan Air Terjun Lubuk Hitam, Kota Padang, Program ONDE MANDE (Optimalisasi Hutan Produktif Air Terjun Lubuk Hitam Berbasis Water Resources Management & Development) mengoptimalkan potensi hutan dan sumber daya air melalui pendekatan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, pemanfaatan energi terbarukan, dan pengembangan ekonomi masyarakat berbasis wisata alam.

Salah satu inisiatif utama dalam program ini adalah pembangunan dan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang digunakan untuk mendukung penerangan akses menuju kawasan Air Terjun Tiga Tingkat Lubuk Hitam. Kehadiran fasilitas tersebut membantu meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata alam tersebut.

Baca Juga: Profil Muhammad Sarmuji, Politikus Golkar yang Kini Jabat Menperin

ONDE MANDE juga mendorong pengembangan usaha masyarakat melalui optimalisasi hutan produktif dan budidaya madu galo-galo yang dikelola secara berkelanjutan. Program ini sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana melalui penguatan kapasitas masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan hutan dan sumber daya air.

“Ke depan, Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat kolaborasi bersama masyarakat agar setiap inisiatif yang dibangun dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya bagi lingkungan saat ini, tetapi juga bagi generasi mendatang,” pungkas Kitty.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru