KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Masyarakat pesisir Kampung Tua Terih, Batam, terus berinovasi dan mengembangkan hasil laut menjadi berbagai kegiatan produktif. Lewat Program Community Involvement & Development (CID) Kampung Bahari Si Pelaut binaan Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal Hang Nadim, nelayan dan kelompok perempuan mengolah hasil laut menjadi sumber pangan, produk usaha, dan tambahan penghasilan keluarga.
Dalam kunjungan di Kampung Tua Terih, manajemen Pertamina Patra Niaga menyerahkan 1.000 bibit ikan kakap dan 500 bibit ikan nila kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Terihindo Jaya Lestari dan Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari. Rombongan juga melihat produk olahan hasil perikanan, kegiatan aquaponik, serta berbagai inovasi yang dikembangkan kelompok masyarakat.
Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso, mengatakan Kampung Bahari Si Pelaut memiliki potensi besar untuk terus berkembang karena mampu mengolah sumber daya pesisir menjadi kegiatan ekonomi yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Apa yang dikembangkan di sini menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan menjadi kegiatan produktif, sarana edukasi, sekaligus produk yang memiliki nilai tambah. Potensinya sangat baik dan perlu terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas,” kata Sabar dalam keterangannya, Minggu (9/8).
Baca Juga: Ekonomi DKI Jakarta Tumbuh 5,52% pada Kuartal II-2026, Ini Faktor Penopangnya
Kampung Bahari Si Pelaut melibatkan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Terihindo Jaya Lestari, KUB Belian Tuah, Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari, dan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Sukses Bersama.
Kelompok-kelompok tersebut mengembangkan budidaya ikan kakap, bawal, dan kerapu, budidaya ikan air tawar dan sayuran melalui aquaponik, rehabilitasi mangrove, serta pengolahan hasil perikanan menjadi berbagai produk usaha. Program ini turut meningkatkan pendapatan kelompok nelayan dan UMKM perempuan dari Rp 27,56 juta menjadi Rp 68,45 juta, atau rata-rata sekitar 40% per anggota.
Ketua Poklahsar Sukses Bersama, Dian, mengatakan pendampingan yang diberikan membuat para anggota semakin percaya diri mengembangkan usahanya. Bagi para perempuan di kelompok tersebut, kegiatan ini memberikan akses untuk terus berkarya sekaligus membantu menambah penghasilan keluarga.
“Dulu kami hanya UMKM kecil. Setelah mendapat pendampingan, kami dibekali pengetahuan tentang produksi yang higienis, manajemen keuangan, branding, dan pemasaran digital. Dari awalnya hanya satu atau dua produk, sekarang kami memiliki enam produk unggulan. Pendapatan anggota kelompok juga bertambah dan membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari,” ungkap Dian.
Dari kulit hingga tulang ikan, kelompok mengolahnya menjadi enam produk unggulan, yakni keripik kulit ikan tenggiri original dan pedas manis, kerupuk kulit ikan kakap, swiss roll abon ikan, abon ikan, serta penyedap rasa dari tulang ikan. Kepala udang yang sebelumnya tidak dimanfaatkan juga diolah menjadi penyedap rasa. Beragam produk tersebut kini telah dipasarkan hingga Malaysia dan Singapura.
Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa Kampung Bahari Si Pelaut merupakan salah satu contoh program pemberdayaan yang dikembangkan perusahaan bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki setiap daerah.
Baca Juga: Gedung Bapenda Terbakar, Rano Karno Sebut Command Center Dishub Dipindahkan
"Kami harap pendampingan yang dilakukan dapat menciptakan manfaat yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat,” tutur Kitty.
Program Kampung Bahari Si Pelaut telah mengelola 35,24 ton sampah per tahun, mengurangi emisi sekitar 113,5 ton CO₂-ekivalen per tahun, serta merehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman 1.000 bibit mangrove.
Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 14 tentang Ekosistem Lautan melalui pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News