PLTM Maiting Hulu-2 Bakal Dongkrak Bauran Energi Sistem Kelistrikan Sulawesi Selatan

Jumat, 13 Mei 2022 | 11:45 WIB   Reporter: Arfyana Citra Rahayu
PLTM Maiting Hulu-2 Bakal Dongkrak Bauran Energi Sistem Kelistrikan Sulawesi Selatan

ILUSTRASI. Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Maiting Hulu - 2 dengan kapasitas 2 x 4 megawatt (MW)


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Maiting Hulu - 2 dengan kapasitas 2 x 4 megawatt (MW) sudah beroperasi. Diharapkan pembangkit ini dapat  mendongkrak bauran energi di sistem kelistrikan Sulawesi bagian selatan.

PLTM Maiting Hulu ini nantinya dapat melistriki 8.000 rumah tangga dengan daya 900 Volt Ampere (VA).

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) Awaluddin Hafid mengatakan saat ini persentase pembangkit energi baru terbarukan (EBT) dalam sistem kelistrikan PLN di Sulawesi bagian selatan adalah 38,8% di atas target rata-rata nasional.

PLTM Maiting Hulu - 2 merupakan pembangkit yang dibangun dan dioperasikan oleh produsen listrik swasta (independent power producer atau IPP), yaitu PT Brantas Prospek Energy.

Baca Juga: Brantas Abipraya Siap Sokong Ketersediaan Air Baku Tiga Daerah di Semarang

Pengoperasian pembangkit ramah lingkungan ini dapat melistriki 8.000 rumah tangga dengan daya 900 Volt Ampere (VA).

“Pembangkit ini turut memperkuat sistem kelistrikan yang dikelola oleh PLN UIW Sulselrabar dengan memanfaatkan debit Sungai Maiting,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (13/5).

Awaluddin menjelaskan, energi hijau yang dihasilkan oleh PLTM Madong akan dikirim melalui jaringan tegangan menengah (JTM) 20 Kilo Volt (kV) sepanjang 31 kilometer sirkuit (kms) ke titik interkoneksi milik pembangkit swasta dan PLN di Gardu Hubung Kalimbuang dan Rantepao untuk kemudian, listrik dialirkan kepada pelanggan di Kabupaten Toraja Utara.

"Ke depannya, berdasarkan panduan RUPTL tahun 2021-2030,  PLN UIW Sulselrabar akan membangun 12 PLTS di beberapa pulau di Provinsi Sulsel, Sultra dan Sulbar dengan kapasitas 17,61 MWp,” tutur Awaluddin.

PLN berkomitmen mendukung transisi ke energi terbarukan dan pembangkit ini juga berperan dalam salah satu pilar G20 pada 2022, yakni  pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif dengan sustainable energy transition yang menjadi isu prioritas.

Baca Juga: Proyek PLTM Madong diharapkan mulai berkontribusi ke pendapatan KEEN tahun depan

Direktur Utama PT Brantas Energy Firmansyah Ibnu Haryoso menyambut baik kerja sama yang dilakukan oleh kedua belah pihak.

"Hal ini merupakan sinergi yang baik dan kami turut berbangga karena dapat mengambil andil dalam mewujudkan net zero emission pada tahun 2060 di Indonesia," kata Firmansyah.

PLN sebagai ujung tombak transisi energi di sektor kelistrikan terus berupaya menghadirkan energi bersih bagi masyarakat demi menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Dalam mempercepat transisi energi di Tanah Air, PLN berkolaborasi dengan berbagai kalangan mulai dari pemerintah, BUMN, swasta hingga masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto

Terbaru