kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45775,30   4,34   0.56%
  • EMAS931.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Polisi berang melihat aksi arisan guru di tengah wabah covid-19


Senin, 30 Maret 2020 / 17:07 WIB
Polisi berang melihat aksi arisan guru di tengah wabah covid-19
ILUSTRASI. Petugas kepolisian berjaga di depan Masjid Jami Kebon Jeruk, Tamansari, Jakarta Barat, Minggu (29/3/2020). Sebanyak 3 orang jemaah dinyatakan positif terinfeksi virus corona dan 183 jemaah masjid dipindahkan ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran un

Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  Kapolsek Kaliwates, Jember, Kompol Edy Sudarto terpaksa membubarkan acara arisan guru madrasah ibtidaiah di Jalan Melati, Kelurahan Jember Kidul, Sabtu (28/3/2020).

Edy sempat menegur dengan keras karena penyelenggara acara tersebut tak menghiraukannya.

“Kamu kira main-main ini, kita semua semua capek, Pak. Kami enggak pulang, kami garda terdepan. Kamu macam-macam ngumpulin orang, acara apa ini, malah enak-enak pesta,” ujar Edy kepada salah satu penyelenggara yang hanya tertunduk.

Baca Juga: Pasien pertama positif covid-19 di Palangkaraya meninggal usai dinyatakan sembuh

"Otakmu di mana otakmu, atau pengin mati sendiri, mati aja sana. Bukan main-main ini, ayo bawa ke Polres," tambahnya.

Aksi tegas Edy dan sejumlah petugas dari Muspika Kaliwates itu pun sempat terekam oleh warga. Video yang viral di media sosial tersebut pun mendapat komentar di akun Twitter Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rahman.

"Menegakkan disiplin tidak bisa dengan bujuk rayu, karena itu demi kemaslahatan masyarakat Polri harus tegas," tulis Fadjroel di akunnya.

Baca Juga: Inggris memperingatkan lockdown akibat covid-19 bisa bertahan hingga 6 bulan




TERBARU

[X]
×