Potensi wisata arkeologi Maros, mulai lukisan hingga DNA manusia tertua dunia

Kamis, 18 November 2021 | 19:10 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Potensi wisata arkeologi Maros, mulai lukisan hingga DNA manusia tertua dunia

ILUSTRASI. Webinar Road to Indonesia Digital Conference (IDC) 2021 di Sulawesi Selatan, Kamis (18/11).


KONTAN.CO.ID - MAKASSAR. Bupati Maros Chaidir Syam mengungkapkan fakta terbaru tentang penemuan lukisan tertua di kawasan karst Leang-leang yang terletak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

“Lukisan yang diperkirakan ada sejak 45 ribu tahun lalu telah mengalahkan lukisan tertua sebelumnya yang ada di Spanyol,” ungkapnya dam webinar Road to Indonesia Digital Conference (IDC) 2021, Kamis (18/11). 

Temuan lainnya, Chaidir menyebutkan, berupa deoxyribonucleic acid (DNA) materi genetik manusia tertua di Leang Panninge yang berada di Kecamatan Mallawa, Maros.

"Usianya diprediksi lebih dari 7.500 tahun. Ini temuan yang banyak ditunggu-tunggu para arkeolog dunia," katanya.

Baca Juga: Digitalisasi dan integrasi sistem, percepat kebangkitan ekonomi Jawa Timur

Karena itu, Chaidir berharap, anggota Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia bisa membantu menyebarkan fakta-fakta arkeologi dunia itu ke masyarakat.

“Kami membutuhkan dukungan media untuk makin memperkuat literasi mengenai dua hal itu. Dua-duanya mengguncang dunia, terutama kalangan arkeolog di seluruh penjuru Bumi,” ucap dia.

Tak mau kalah, Bupati Luwu Utara Indah Putri juga menyampaikan berbagai daya tarik wisata yang tersembunyi di daerahnya, seperti Bukit Teletubbies di Kecamatan Seko. 

Dia mengharapkan, penyiapan infrastruktur digital, seperti layanan jaringan internet, bisa terpenuhi di daerah Luwu Utara yang memiliki potensi wisata tersembunyi biar bisa dikenal baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. 

Baca Juga: AMSI Crisis Center COVID-19 terbentuk, membantu pekerja media yang terpapar corona

"Banyak destinasi menarik yang ada di Luwu Utara. Mulai keindahan Air Terjun Bantimurung hingga hamparan bukit yang indah di Seko," ujar Indah.

Peserta webinar AMSI Sulsel ini juga berasal dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pare-pare, Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Sekolah Tinggi Pariwisata (Stipar) Tamalatea, dan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar.

Selain mahasiswa, pelaku bisnis, praktisi media hingga akademisi juga ikut meramaikan IDC 2021 yang digelar di Sulawesi Selatan bersama tujuh provinsi lainnya yakni Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Bali.

IDC AMSI 2021 juga mendapat dukungan dari Google, BNI, Astra, Bank Raya, PLN, Pertamina, bank BJB, BCA, Bank Pembangunan Daerah Bali, Bank Jatim, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Bali Mall, Kedai Tiga Nyonya, MS Glow, dan Bank Kaltimtara.

Selanjutnya: Komisi Informasi Pusat dan AMSI teken MoU untuk dorong keterbukaan informasi publik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru